Rabu, 20 November 2019 | 17:07 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Maritime
Rabu, 03 Juni 2015 17:19

ITB Dukung Pembangunan Kemaritiman

Bonita Ningsih
Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo dengan ITB. (Menko Kemaritiman untuk HARIAN NASIONAL)

JAKARTA - Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan dukungannya kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Dukungan tersebut didapatkan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo saat menyambangi ITB, Kamis (26/3). Dalam pertemuan tersebut, Menko mendapatkan sekitar 20 program kemaritiman yang diusulkan oleh para pimpinan dan pakar program kemaritiman dari ITB.

Indroyono menjelaskan, 20 kegiatan yang akan segera ditindaklanjuti itu antara lain ialah mengenai kajian obat-obat dari laut, biodiesel dan micro-algae, pembangunan dermaga pontoon untuk marina kapal layar wisata, listrik tenaga angin, listrik tenaga ombak.

Lalu pembangunan turbin listrik, pembangunan kapal selam mini tanpa awak, sistem logistik maritim nasional, kajian Giant Sea Wall atau Teluk Jakarta, pengasaman laut di Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle), serta beberapa kebijakan lainnya terkait budaya maritim.

"Kami sangat menyambut baik usulan tersebut dan nantinya program ini akan segera kita masukkan ke dalam berbagai kegiatan pembangunan kemaritiman yang saat ini sedang berlangsung," ujar Indroyono melalui siaran pers yang diterima HARIAN NASIONAL, Sabtu (28/3).

Menurut Indroyono, pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya usulan dari para pimpinan dan pakar bidang kemaritiman dari ITB. Pasalnya, menurut Indroyono, ITB merupakan sebuah perguruan tinggi teknik tertua di Indonesia sehingga dapat memberikan sebuah ide yang baik untuk kedaulatan maritim tanah air.

"Sebagai perguruan tinggi teknik tertua di tanah air yang berdiri pada tahun 1920, maka sumbangsih ITB guna mendukung program-program kemaritiman Indonesia merupakan suatu keharusan dan keniscayaan," tutupnya.

Sumber: Harian Nasional (adm/adm)


Komentar