Jumat, 22 Juni 2018 | 12:09 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Perbankan
Rabu, 03 Juni 2015 16:59

Kadin: Sektor Maritim Butuh Dukungan Perbankan

Gedung OJK.

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta dukungan dari perbankan untuk membiayai sektor kemaritimanan di Indonesia.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Suryo Bambang Sulisto, dukungan pembiayaan tersebut dilakukan karena selama ini tingkat kepercayaan perbankan terhadap sektor maritim terbilang rendah.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah mencatat pembiayaan di sektor maritim dalam pembiayaan perbankan hanya mencapai 2,36 persen atau senilai Rp 85 triliun dari total penyaluran pembiayaan pemerintah pada tahun 2014 yang sebesar Rp 3.600 triliun.

Namun, dengan jumlah pembiayaan yang kecil tersebut, OJK mencatat sektor maritim mengalami kredit macet yang cukup tinggi sekitar delapan persen untuk industri berskala besar seperti galangan kapal.

"Tapi ini kan bidang yang belum banyak digeluti dan pengalamannya pun belum banyak juga makanya ada sedikit kendala dari segi pembiayaannya," ungkapnya di Menara Kadin, Jakarta, Senin (6/4).

Untuk itu, Suryo berkomitmen bahwa Kadin beserta para pengusaha di dalamnya akan membantu memberikan bantuan pembiayaan bagi para pelaku usaha kecil di sektor maritim yang dibawahi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Indroyono Soesilo.

Hal senada dikatakan Indroyono, bahwa selama ini banyak perbankan yang menilai sektor kemaritiman yang di dalamnya terdapat sektor kelautan dan perikanan tidak mempunyai prinsip "bankable". Hal tersebut yang menyebabkan sulitnya para pelaku usaha perikanan mendapatkan pinjaman uang dari perbankan.

Menurutnya, permasalahan ini harus dicarikan jalan keluarnya. Ia meminta agar pemerintah dan perbankan mendukung penuh pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor tersebut. Bahkan, ia menginginkan ada anggaran yang dikhususkan pemerintah untuk perbankan sebagai jaminan asuransi pelaku usaha perikanan.

"Harus ada anggaran khusus dari pemerintah yang akan ditaruh di perbankan sebagai jaminan asuransi pelaku usaha. Kita harus cari polanya, misalnya dengan KUR (Kredit Usaha Rakyat)," harapnya.

Sumber: Harian Nasional (adm/adm)


Komentar