Selasa, 22 Mei 2018 | 17:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Rabu, 03 Juni 2015 15:22

TransJakarta Siap Datangkan 51 Bus Gandeng

Bus TransJakarta. (ANTARA | ZABUR KARURU)

JAKARTA - PT Transportasi Jakarta mengaku siap melayani kebutuhan transportasi massal warga ibu kota meski tanpa bantuan Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Pasalnya, daya angkut APTB pun tidak terlalu signifikan mendongkrak jumlah penumpang TransJakarta yakni sekitar 7.000 orang per harinya. Penumpang TransJakarta mencapai 350 ribu per hari.

"Jika APTB berhenti di perbatasan, tidak menjadi masalah bagi kami," kata Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Antonius Kosasih di Jakarta, Rabu (6/5) sebagaimana dinukil dari HARIAN NASIONAL.

Ia tidak akan kewalahan melayani perjalanan warga Jakarta. Sebab dalam waktu dekat akan mendatangkan 51 unit bus gandeng. Sekitar 20 unit akan tiba Juni dan sisanya bertahap hingga akhir tahun. "Per Juni kami akan tambah armada. Jadi tidak berpengaruh," katanya.

Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta melalui bus APTB memilih tidak masuk jalur TransJakarta dan menurunkan penumpang hanya sampai perbatasan halte TransJakarta. Hal ini dilakukan lantaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi pilihan yang tidak menguntungkan yakni operator APTB boleh masuk jalur dan mengangkut penumpang TransJakarta serta tidak boleh meminta ongkos lebih kepada penumpang.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tidak keberatan jika operator APTB tidak mau bekerja sama dengan TransJakarta. PT TransJakarta segera memasukkan Kopaja dan Kopami untuk membantu perjalanan dan daya angkut TransJakarta.

"Kalau APTB tidak mau, ya sudah. Kami gantikan dengan Kopaja dan Kopami, tapi yang besar," kata dia.

Danang (20) pengguna APTB jurusan Cikarang-Kalideres meminta agar bus APTB tetap beroperasi di Jalur TransJakarta. Jumlah bus TransJakarta tidak cukup mengangkut warga dari Kalideres hingga perbatasan menuju kota Bekasi.

"Kadang kami tidak kebagian bus karena sudah penuh," kata Danang kepada HARIAN NASIONAL, kemarin.

Bahkan ia sering menunggu bus hingga berjam-jam pada jam sibuk. Tak jarang bus yang datang hanya melewati halte tanpa mengangkut penumpang. "Alasannya selalu mau isi bahan bakar," katanya. (adm/adm)


Komentar