Kamis, 16 Agustus 2018 | 09:12 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Lepas Pantai
Minggu, 05 April 2015 21:52

Pelabuhan Cilamaya Batal, Pertamina Lega

Translog Today

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto menyambut positif keputusan pemerintah yang mengurungkan pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, dengan mengalihkannya ke Indramayu atau Subang.

"Alhamdulillah, Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri meninjau ke lapangan, dan memutuskan pembangunan pelabuhan akan digeser ke arah timur kawasan Cilamaya," katanya di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Kamis (2/4/2015).

Seusai menemui Menteri BUMN Rini Soemarno, Dwi menjelaskan berdasarkan diskusi dan arahan Wapres Jusuf Kalla yang langsung meninjau lokasi Cilamaya bahwa segera dicarikan alternatif lokasi pembangunan pelabuhan.

Langkah pemerintah mengalihkan lokasi pelabuhan tersebut, menurut Wapres, demi menjaga pasokan minyak dan gas bumi yang dikelola Pertamina.

Menurut catatan Pertamina, kapasitas produksi minyak di blok Offshore North West Jawa (ONWJ) itu mencapai 40.000 barel per hari, sedangkan produksi gas mencapai 180 Million Metric Cubic Feet per Day (MMSCFD).

Bahkan, ONWJ siap dikembangkan dengan kapasitas produksi minyak hingga 50.000 barel per hari dan. 200 MMSCFD gas per hari. "Alhamdulillah, kita tidak lagi khawatir soal kelanjutan Blok ONWJ," ujarnya.

Kepastian pembatalan pembangunan Pelabuhan Cilamaya tersebut disampaikan Wapres setelah melakukan rapat membahas keputusan tersebut di Kantor Kepala Desa Tanjungjaya, Karawang, Jawa Barat.

Kalla mengatakan pemindahan rencana daerah untuk pembangunan pelabuhan tersebut untuk mengutamakan keamanan kapal yang singgah dan produksi minyak dan gas dari sejumlah anjungan Pertamina tidak terganggu. (Harnas) (adm/adm)


Komentar