Jumat, 19 Juli 2019 | 06:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Sabtu, 13 Juni 2015 19:01

Jalan Tol Cikopo-Palimanan Perlancar Arus Mudik dan Barang

Translog Today
Peresmian jalan tol Cikopo-Palimanan oleh Presiden Jokowi (seskab.go.id)

CIKOPO, Purwakarta - Peresmian Jalan Tol Cikopo-Palimanan oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu (13/6/2015), tidak hanya menjadi angin segar bagi kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini, tetapi juga arus barang di jalur Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.

Jalan tol sepanjang 116,75 kilometer itu merupakan jalan tol terpanjang di Indonesia, serta merupakan bagian dari sistem jalan tol Trans Jawa, dan akan menghubungkan Jalan Tol Jakarta – Cikampek dan Jalan Tol Palimanan – Kanci.

Presiden optimitis jalan tol Cikopo – Palimanan atau Cikapali yang melintasi Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka, dan Cirebon itu akan sangat membantu memperlancar arus mudik Lebaran tahun ini karena kapasitas jalan pantura meningkat dua kali lipat.

Selain itu, menurut Presiden, jalan tol Cikopo – Palimanan akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya jalan tol baru ini, akan meningkatkan daya saing kita. Karena konektivitas memegang peran penting pada percepatan arus barang dan jasa dan pemerataan ekonomi,” kata Jokowi saat peresmian jalan tol tersebut.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam laporannya menyampaikan, tarif normal jalan tol Cikapali untuk kendaraan golongan I degan jarak terjauh adalah Rp96.000.

Namun, khusus pada masa Lebaran tahun ini, pemerintah memberikan diskon sebesar 25% – 35%, sebagaimana diberlakukan di seluruh jalan tol di Indonesia pada H-10 hingga H+5 Lebaran 2015.

“Dalam rangka perayaan Lebaran 2015 dan meningkatkan pelayanan jalan tol serta memberikan penghargaan kepada pengguna jalan tol, kami berikan potongan tarif sebagai bentuk amal,” kata Basuki.

Menteri PUPR menjelaskan Jalan Tol Cikopo- Palimanan akan mengurangi jarak tempuh jalur Pantura sekitar 40 km dan mengurangi waktu tempuh sekitar 2 jam.

“Hal ini diharapkan dapat menyelesaikan sebagian besar permasalahan prasarana jaringan jalan khususnya di wilayah Pantura Jawa Barat dan mendukung mobilitas di wilayah barat Pulau Jawa dan perkembangan potensi ekonomi Jawa Barat,” ujarnya.

Jalan Tol Cikopo-Palimanan dibiayai dengan skema private public partnership (PPP) atau kerjasama pemerintah swasta (KPS) yang bertujuan meningkatkan kapasitas jaringan jalan dan mendorong pengembangankawasan pendukung di wilayah Jawa Barat.

Pembangunan jalan tol ini dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol, PT Lintas Marga Sedaya dengan pemegang saham PLUS Expressways Berhad (55%)dan PT Baskhara Utama Sedaya(45%).

Proyek ini menelan investasi Rp 13,779 triliun melalui ekuitas dari Badan Usaha Jalan Tol dan pinjaman dari pihak perbankan. Masa konsesi pengusahaan Jalan Tol Cikopo – Palimanan yaitu 35 tahun terhitung sejak
Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) pada 21 Juli 2006.

Selama masa konsesi, PT Lintas Marga Sedaya wajib melakukan pengoperasian dan pemeliharaan sesuai dengan standar pelayanan minimal jalan tol.

Sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR, setelah peresmian, jalan tol ini akan dibuka untuk sosialisasi tanpa tarif selama minimum 7 hari, dan diperuntukkan bagi kendaraan golongan I. (Setkab) (hlz/hlz)


Komentar