Senin, 10 Desember 2018 | 15:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Karantina
Selasa, 02 Juni 2015 17:06

Ombudsman Apresiasi Pemangkasan Masa Karantina di Tanjung Priok

Translog Today
Tim Ombudsman saat meninjau proses karantina di Tg. Priok (Humas Ombudsman)

JAKARTA - Ombudsman mengapresiasi pemangkasan masa karantina di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dari 2,7 hari menjadi 1,3 hari sehingga berperan besar dalam mencapai target masa sandar kapal di pelabuhan atau dwelling time 4,7 hari.

"Proses piloting di bagian karantina ini sudah bagus, sangat lancar. Dari semula 2,7 hari sekarang menjadi 1,3 hari ini merupakan pencapaian yang sangat bagus dalam 3 bulan terakhir ini. Khususnya yang dilakukan oleh Badan Karantina yang melakukan pemeriksaan kontainer sebelum masuk ke bea cukai," kata Ketua Ombudsman
Danang Girindrawardana saat memantau di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (20/5/2015).

Menurutnya, pemangkasan waktu pemeriksaan karantina itu secara otomatis memberi sumbangsih cukup besar dalam pencapaian target dwelling time 4,7 hari. Sebelumnya Danang memberikan masukan kepada Badan Karantina Pertanian untuk menyediakan mobil laboratorium keliling.

"Kami juga mengapresiasi adanya mobil laboratorium keliling yang disediakan Badan Karantina Pertanian yang bisa mengambil sampel barang dari masing-masing mobil kontainer. Ini lebih efisien dan meringankan biaya pemindahan kontainer bagi pihak swasta," kata Danang.

Dia juga mendorong segera terlaksananya joint gate di pelabuhan. Joint gate merupakan satu area tempat kontainer di pelabuhan tanpa adanya sekat-sekat sehingga hanya ada satu pintu masuk dan satu pintu keluar.
"Sehingga kawasan pelabuhan menjadi steril dan mudah dalam pengawasan," ujarnya.

Namun, menurut Kepala Badan Karantina Banun Harpini, hingga saat ini infrastruktur dan sistem joint gate belum memadai.

"Saat ini masing-masing kementerian/lembaga sistem IT masih sendiri-sendiri. Jika joint gate terlaksana, harus ada sistem IT yang terintegrasi antar lembaga," katanya.

Sumber: Ombudsman RI
(hlz/hlz)


Komentar