Kamis, 14 November 2019 | 03:14 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Minggu, 21 Juni 2015 23:02

Presiden Jokowi Takjub Kemampuan Galangan Kapal Nasional

Hery Lazuardi
(bumn.go.id)

BATAM -

Presiden Joko Widodo mengaku takjub dengan kemampuan industri galangan kapal nasional, yang jumlahnya mencapai 250 perusahaan, termasuk 106 di antaranya berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

"Baru terbuka mata saya bahwa industri galangan kapal Indonesia mampu bangun sendiri. Hampir semua jenis kapal kita mampu bangun, apakah kapal kargo, kapal penumpang, kapal tanker, hingga kapal roro kita bisa," katanya saat kunjungan ke galangan kapal PT Anggrek Hitam Ship Repair di Batam, Mimggu (21/6/2015).

Anggrek Hitam Ship Repair merupakan anak perusahaan Holotan Pte Ltd Singapura. Galangan ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektare, memiliki spesifikasi untuk membuat floating cranes, accommodation barges, work barges, tug boats, self propelled barges, dan supply vessels.

Saat ini, Anggrek Hitam mengerjakan kapal milik PT Pertamina (Persero) berkapasitas 17.500 LTDW.

Dalam kunjungan itu, Presiden sempat berdialog dengan pengusaha galangan kapal di Batam. Mereka menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang pembayaran dalam mata uang rupiah mulai 1 Juli 2015, kebiasaan BUMN membeli pipa di luar negeri, izin pelayanan, dan otoritas Dewan Kawasan Industri.

Jokowi menanggapi keluhan pengusaha yang mengaku produktivias mereka terus menurun. "Saya minta list, kemampuan industri galangan kapal kita berapa, jenis kapalnya apa saja," ujarnya.

Presiden dalam kesempatan itu antara lain didampingi oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani, dan Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani.

Sumber: Sekretariat Kabinet  (hlz/hlz)


Komentar