Selasa, 19 Juni 2018 | 06:05 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Pembiayaan
Selasa, 16 Juni 2015 13:59

Bank Mandiri Kucurkan Rp33,59 Triliun ke Sektor Kemaritiman

Hery Lazuardi
(Bank Mandiri)

JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk mengucurkan pembiayaan kepada korporasi yang terkait dengan sektor kemaritiman sebesar Rp33,59 triliun pada 2014, meningkat dibandingkan dengan penyaluran pada tahun sebelumnya Rp 33,55 triliun.

Beberapa bidang usaha terkait kemaritiman yang mendapatkan alokasi pembiayaan dari Bank Mandiri antara lain usaha kepelabuhanan, perkapalan, galangan kapal, dan jasa pendukung.

"Pada tahun ini, kami telah mengidentifikasi potensi pembiayaan sektor kemaritiman yang cukup besar, termasuk dari program pemerintah untuk membangun 24 pelabuhan agar terbuka akses ke lokasi-lokasi terpencil di Indonesia," jelas Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

Selain itu, Bank Mandiri telah mengucurkan kredit kepada nelayan sekitar Rp 1,76 triliun pada tahun lalu atau naik 15% dibandingkan dengan realisasi pada tahun sebelumnya.

Penyaluran kredit kepada nelayan itu melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ketahanan Pangan-Energi (KKP-E) dengan menerapkan pola kemitraan.

"Dalam pola ini, perseroan menjalin kerja sama dengan perusahaan mitra yang menjadi penjamin bagi nelayan binaannya. Pembiayaan diberikan antara lain kepada usaha penangkapan ikan, pembudidayaan ikan dan pengolahan ikan," katanya.

Menurut dia, pembiayaan dengan pola kemitraan ini sangat tepat untuk meningkatkan akses nelayan kepada pembiayaan perbankan sehingga nelayan dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan hasil tangkapan.

"Komitmen ini senantiasa kami perkuat sejalan dengan keinginan Bank Mandiri untuk terus berperan aktif dalam mengembangkan sektor kemaritiman nasional dan kemakmuran negeri," ungkap Budi.

Dia mengatakan penerapan pola kemitraan juga terbukti berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) Bank Mandiri di sektor perikanan pada level yang rendah yaitu, 0,58%. Jumlah nasabah Bank Mandiri tercatat sebanyak 462 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), yang didominasi oleh usaha pengolahan ikan.

Ke depan, Budi menjelaskan, salah satu tantangan terbesar perbankan dalam memperkuat pembiayaan kepada UMKM nelayan selama ini adalah kesulitan calon debitur untuk memenuhi persyaratan kredit umum, antara lain agunan, perijinan, kemampuan cash flow, pendapatan usaha yang bersifat musiman. (hlz/hlz)


Komentar