Kamis, 14 November 2019 | 03:58 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Senin, 22 Juni 2015 20:17

Galangan Kapal Butuh Insentif Fiskal dan Moneter

Hery Lazuardi
Galangan kapal (Translogtoday)

JAKARTA - Pelaku usaha industri galangan kapal di Indonesia mengajukan sejumlah insentif fiskal dan moneter kepada Pemerintah guna memberdayakan industri galangan kapal nasional yang saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Eddy Kurniawan Logam mengatakan sebagai negara kepulauan, seyogyanya Indonesia memiliki industri galangan yang kuat guna mendukung pelayaran nasional yang handal.

"Sebab, dunia pelayaran membutuhkan kapal yang seharusnya bisa dibangun di galangan dalam negeri, tidak semuanya harus impor," katanya saat ditanya insentif yang dibutuhkan industri galangan.

Dia menjelaskan asosiasinya mendukung rencana Pemerintah untuk membatasi impor kapal oleh perusahaan negara atau BUMN dan lembaga atau kementerian lainnya, tetapi kebijakan tersebut harus didukung dengan insentif.

Menurut dia, Pemerintah diharapkan dapat segera memberikan insentif fiskal, dukungan kebijakan moneter dan mendorong adanya kebijakan bagi mengembangkan industri komponen kapal dalam negeri.

Iperindo sudah sejak beberapa tahun lalu mengusulkan agar Pemerintah memberikan empat insentif fiskal yang sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan industri galangan kapal nasional.

Keempat insentif tersebut adalah penghapusan pajak pertambahan nilai atas penyerahan impor komponen kapal, penghapusan bea masuk komponen kapal, penghapusan pajak pertambahan nilai atas penyerahan pembangunan/pengadaan kapal serta mengubah kebijakan PPh non-final menjadi final sebesar 1,2 persen.

  (hlz/hlz)


Komentar