Jumat, 19 Juli 2019 | 06:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Travel
Kamis, 25 Juni 2015 21:17

Pemerintah akan Tambah Lagi Bebas Visa bagi 30 Negara

Hery Lazuardi
Menteri Pariwisata Arief Yahya (repro)

JAKARTA - Pemerintah berencana menambah fasilitas bebas visa kunjungan (BVK) bagi wisatawan dari 30 negara lagi pada 2016 guna meningkatkan kunjungan minimal 1 juta wisatawan mancanegara setiap tahun.

Fasilitas BVK sebelumnya sudah diberikan kepada 30 negara sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden No. 69 Tahun 2015.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengakui pemberian fasilitas bebas visa kunjungan itu terkait dengan target mendatangkan 10 juta wisatawan mancanegara. Untuk tahun ini, wisman ditargetkan 10 juta dan wisawatan nusantara (wisnus) sekitar 255 juta.

Dengan pemberlakuan BVK, tuturnya, jumlah wisman diharapkan bertambah 1 juta dalam waktu satu tahun atau ada tambahan 500.000 setiap 6 bulan.

"Jadi kita yakini tahun ini akan tercapai sekitar 10,5 juta wisman, di mana 500.000 di antaranya dari BVK. Sedangkan wisnunya akan tercapailah 255 juta orang," kata Arief seusai rapat terbatas tentang pariwisata, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Namun dia mengingatkan agar stakeholder pariwisata realistis dalam memandang pemberian fasilitas bebas visa kunjungan itu, dengan melakukan outward looking, tidak bisa hanya melihat diri sendiri.

Dia menyebutkan Malaysia sudah memberikan bebas visa kepada 164 negara dan Thailand 56 negara, sebelumnya Indonesia hanya 15 negara. "Untuk pelayanan visa, orang kalau mau traveling nomor satu kan visa, belum apa-apa sudah malas ke Indonesia karena harus mengurus visa," ujarnya.

Intinya, menurut Arief, bebas visa akan meningkatkan pelayanan dan berkompetisi. "Jadi ini perlu dipertimbangkan. Meningkatkan pelayanan dan meningkatkan daua saing kita dibandingkan dengan negara-negara terdekat," jelas Arief.

Dia berharap pada 2016 fasilitas bebas visa kunjungan akan berlaku untuk 30 negara baru. "Silakan dari para pemangku kepentingan untuk memberikan masukan negara mana yang akan diusulkan," ujarnya.

Mengenai respons ke-30 negara yang telah diberikan BVK melalui Perpres No. 69 Tahun 2015, Arief mengatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri sudah meminta agar negara yang diberikan bebas visa juga memberikan fasilitas yang sama kepada warga negara Indonesia.

"Kalau secara bisnis tidak lebih baik sebenarnya. Kalau orang memberikan bebas visa ke kita artinya devisa kita yang keluar, secara bisnis ya. Biarkan orang mudah masuk ke Indonesia agar mereka mengeluarkan devisa atau uangnya ke Indonesia," kata Arief.

Menurut dia, sejauh ini tidak ada penolakan dari negara-negara yang akan diberikan bebas visa ke Indonesia. Dia meyakini bebas visa membuat wisatawan senang dan pelayanan akan lebih mudah.

"Dulu rekan-rekan Imigrasi kalau belum bebas visa harus lihat, ada cap bebas visanya atau tidak. Sekarang tidak perlu. Pelayanannya jadi lebih mudah dan lebih cepat," ujarnya.
(hlz/hlz)


Komentar