Rabu, 20 November 2019 | 03:12 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Travel
Kamis, 25 Juni 2015 10:47

Pesona Swargaloka Rintis Peta Wisata Indonesia

Hery Lazuardi
Salah satu tujuan wisata di Puncak, Bogor (psitour)

JAKARTA - PT Pesona Swargaloka Indonesia, biro perjalanan wisata nasional, membuat peta lokasi wisata di dalam negeri yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan dan ditawarkan kepada wisatawan mancanegara.

Zahrudin Haris, Presiden Direktur PT Pesona Swargaloka Indonesia (PSI), mengungkapkan sedikitnya terdapat 24 tempat di Indonesia yang sangat potensial dijadikan destinasi andalan tetapi belum dikembangkan secara maksimal.

"Kami mengidentifikasi 24 area wisata potensial untuk ditawarkan kepada turis luar negeri. Kami juga membuat peta lokasi wisata untuk mempromosikan dan memasarkannya bersama mitra dari luar negeri dan lokal," katanya, Kamis (24/6/2015).

Menurut Haris, beberapa mitra luar negeri yang berminat bekerja sama, terutama dari Eropa, Australia, dan Asia. "Kami tidak bekerja sendiri, tetapi juga menggandeng operator lokal terutama di daerah yang potensi wisatanya bagus namun belum diekspose ke luar negeri,' ujarnya.

Untuk menarik minat dan memudahkan wisatawan, PSI membuat paket-paket wisata di daerah potensial tersebut, seperti paket tour Banyuwangi, Baturraden, Belitung, Bromo, Dieng, Puncak, Minangkabau, dan Raja Ampat.

Dia mengungkapkan sudah ada tanggapan positif dari wisatawan luar negeri terhadap paket-paket wisata yang ditawarkan PSI, antara lain dari Malaysia, Ausralia, dan Inggris.

"Mereka tertarik dengan peta lokasi wisata yang kami kembangkan. Di Australia, misalnya, ada salah satu universitas yang ingin memakai jasa kami untuk mengisi liburan mahasiswa mereka," kata Haris.

Selama ini, lanjutnya, biro perjalanan di dalam negeri lebih suka membuat paket wisata ke luar negeri sehingga banyak devisa yang keluar.

Di sisi lain, paket wisata ke dalam negeri justru lebih banyak digarap oleh biro perjalanan di luar negeri, bukan langsung dengan operator lokal.

"Kami ingin mengisi kekosongan ini sekaligus mendukung target pemerintah untuk mendatangkan sebanyak 20 juta turis asing pada 2019. Saya kira target itu bisa dicapai jika pemerintah dan swasta bekerja sama mengembangkan paket dan event wisata yang menarik," ujarnya.

Haris mengatakan pelaku usaha wisata dan pemerintah sudah saatnya mengubah paradigma dalam pengembangan pariwisata sehingga tidak hanya mengandalkan destinasi mainstream, seperti Bali.

"Indonesia dianugerahkan keindahan alam dan budaya yang luar biasa, tinggal berpikir kreatif apalagi persaingan di industri ini semakin ketat," ungkap Haris.
(hlz/hlz)


Komentar