Selasa, 12 November 2019 | 23:32 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Railway
Senin, 29 Juni 2015 22:55

Kemenhub Bayar Ganti Rugi Lahan Proyek KA Makassar-Parepare

Translog Today
(PT KAI)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian menyerahkan uang ganti rugi kepada masyarakat yang terkena dampak pembangunan rel kereta api jalur Makassar-Parepare, khususnya di Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Dana yang diserahkan mencapai Rp49 miliar dari Rp100 miliar yang dialokasikan.

Penyerahan dilakukan Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Pendopo Kabupaten Barru, akhir pekan lalu. Penyerahan dana tahap pertama itu juga dihadiri oleh Bupati Barru Andi Idris Syukur dan beberapa pejabat Provinsi Sulsel.

Dirjen Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko mengatakan pembebasan lahan dalam rangka pembangunan jalur KA di Sulsel ini berjalan lancar sesuai dengan rencana dan mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

Dari 899 pemilik lahan yang dilalui rel kereta api sepanjang 30 km tersebut, kata Hermanto, 491 orang di antaranya sudah dituntaskan dengan nilai Rp49 miliar. Total lahan yang terdapat di 15 desa dan kelurahan tersebut seluas 120 ha.

Menurut dia, pembebasan lahan pembangunan kereta api Makassar-Parepare, bukan lagi ganti rugi, tapi ganti untung karena harga di atas harga rata-rata. Menurutnya, pembebasan lahan kereta api sepanjang 30 km sudah tidak ada masalah.

"Pembebasannya sudah tuntas, tidak ada masalah, [sudah] kita bayarkan," ungkapnya di sela-sela sidak Menhub Ignasius Jonan ke Cirebon, Minggu malam (28/6/2015), seperti dikutip di laman resmi Kemenhub.

Hermanto mengatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran melalui APBN-APBNP sebesar Rp1 triliun pada tahun ini. Jika tidak tuntas, anggaran dikembalikan.

"Jadi kami berharap pemerintah daerah segera menyelesaikan pembebasan lahan, berapa pun nilainya akan kita bayarkan karena memang anggarannya sudah disiapkan," ungkapnya.

Jalur kereta api Makassar-Parepare merupakan jalur trans Sulawesi Makassar-Manado. Hermanto mengharapkan jalur tersebut sudah bisa dioperasikan 3 tahun ke depan dan saat ini konstruksi sudah dalam tahap proses tender.

Dia berharap agar ada anak-anak daerah setempat yang dikirim untuk peningkatan SDM terkait dengan perkeretaapian.

"Ini adalah sejarah baru bagi Indonesia sebab sudah 61 tahun direncanakan, tetapi baru sekarang terbukti dan segera dilihat jalur kereta api. Tidak ada negara maju tanpa adanya kereta api, China maju karena kereta api, Amerika maju karena kereta api," ujarnya.
(hlz/hlz)


Komentar