Senin, 21 Oktober 2019 | 00:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Angkutan Darat
Senin, 29 Juni 2015 16:39

Kemenhub Sidak Angkutan Umum di Seluruh Terminal Tipe A

Translog Today
Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) (Kemenhub)

JAKARTA -

Kementerian Perhubungan akan melakukan inspeksi keselamatan angkutan umum atau ramp check di seluruh terminal tipe A guna memastikan standar keselamatan kendaraan sebelum dioperasikan untuk mudik Lebaran 2015.

"Kami sudah menginstruksikan operator, mohon dipersiapkan standar pelayanan dan keselamatannya. Namun, bukan untuk mudik saja," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Djoko Sasono saat mendampingi Menhub Ignasius Jonan dalam sidak kesiapan angkutan lebaran ke Cirebon untuk meninjau Stasiun Cirebon dan Tol Cipali, Minggu (28/6/2015) malam.

Djoko belum memberikan kepastian kapan persisnya pengecekan berkala dilakukan dengan alasan agar operator mempersiapkan diri sejak dini. Dia menegaskan bus atau sopir yang tidak memenuhi kelaikan standar, tidak akan diperbolehkan beroperasi.

"Ini ujian kita untuk tegas atau tidak, tapi ada hal-hal yang harus dipahami, semua orang harus tahu standar safety [keselamatan] tidak boleh diturunkan," ujarnya.

Dari hasil ramp check angkutan umum di enam terminal pada Maret 2015, sekitar 72 bus atau 48% dari 150 bus yang diinspeksi tidak diizinkan berangkat. Kesalahan terberat sehingga bus tidak boleh diberangkatkan adalah ban tipis atau ban vulkanisir.

Dari hasil inspeksi itu, sekitar 78 bus atau 52% boleh berangkat dengan syarat. Umumnya, permasalahan bus yang diperbolehkan berangkat dengan syarat ini terkait dengan kondisi lampu.

"Karena dianggap tidak ada dampak risiko keselamatan, contohnya lampu kabin yang tidak menyala," katanya.

Hal ini dianggap kurang penting karena tidak terlalu terkait masalah keamanan dan kenyamanan, namun petugas inspeksi tetap memperingatkan pihak pengelola bus untuk mengganti lampunya.

Enam terminal yang diinspeksi pada tahap awal itu. antara lain Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Terminal Tirtonadi Solo, Terminal Purabaya Surabaya, Terminal Amplas Medan, Terminal ALBN Kubu Raya Pontianak dan Terminal Daya Makassar.

Dari keenam terminal tersebut, terminal dengan hasil terburuk atau dengan jumlah presentasi kendaraan yang tidak boleh berangkat adalah Terminal Daya Makassar dan Terminal Kampung Rambutan, masing-masing 72% dan 58% armada tidak boleh berangkat.

Di sisi lain, temuan dengan hasil terbaik didapati di tiga terminal yakni Terminal Purabaya Surabaya, Terminal Tirtonadi Solo dan ALBN Kuburaya Kalimantan, masing-masing 73%, 62% dan 62% armada boleh berangkat dengan syarat.

Sumber: Kemenhub (hlz/hlz)


Komentar