Senin, 18 November 2019 | 20:35 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Senin, 29 Juni 2015 18:52

Presiden Jokowi: Jangan Lagi Beli Kapal ke Luar Negeri!

Hery Lazuardi
Galangan kapal (Translogtoday)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan permintaannya kepada lembaga, baik TNI maupun Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian KKP, dan Kementerian BUMN, untuk membeli kapal buatan industri galangan dalam negeri.

"Jangan ada lagi yang beli kapal ke luar. Dan ingin saya mendorong agar industri galangan kapal, industri-industri kita ini mau bekerja sama dengan investor. Ini juga untuk mempercepat agar kita tidak hanya mampu menggarap pasar domestik tetapi juga mampu menggarap pasar ekspor," kata Presiden dalam pengantar rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Ratas yang membahas industri galangan kapal dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Maritim Indroyono Soesilo, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Mensesneg Pratikno, Menteri Perindustrian Saleh Husin, dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Selain itu, hadir Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago, Seskab Andi Widjajanto, dan Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan serta Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Jokowi mengatakan rapat ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya ke Batam beberapa waktu lalu. Di daerah itu, terdapat 105 galangan kapal.

"Minggu yang lalu saya datang ke Batam dan sudah bertemu dengan Gubernur dan pelaku industri galangan kapal. Terbuka mata saya bahwa ternyata sekarang kita memiliki kurang lebih 250 industri galangan kapal, yang ada di Batam kurang lebih 105," kata Presiden.

Presiden menilai industri ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut karena sudah bisa memproduksi berbagai jenis kapal.

"Yang saya lihat di sana produksi kapal besar sebesar 17.500 GWT itu mampu dikerjakan. Baik berupa kapal tanker, kargo, kapal penumpang, feri, dan semua mampu dikerjakan," katanya.

Sumber: Sekretariat Kabinet (hlz/hlz)


Komentar