Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Selasa, 30 Juni 2015 22:22

Menteri BUMN: Tidak Semua Proyek Didanai Asing

Hery Lazuardi
Menteri BUMN Rini Soemarno (Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno menegaskan tidak semua proyek BUMN dibiayai oleh dana asing, kecuali yang memang membutuhkan kerja sama dengan luar negeri dan bisa memacu ekspor.

"Misalnya Antam [PT Aneka Tambang] kalau bisa meningkatkan ekspor dengan membangun pengolahan bauksit maka bisa [didukung dana] dari luar negeri, tapi kalau jalan tol kami dorong dari dalam negeri. Jadi tergantung proyeknya," kata Rini dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (30/6/2015).

Demikian juga dengan pengadaan pesawat Garuda Indonesia, menurut dia, tidak ada masalah dengan rencana maskapai pelat merah itu menerima pendanaan dari luar negeri.

"Pengadaan armada Garuda itu bersifat long term leasing dengan optional dibeli oleh Garuda. Hal ini sesuatu yang lumrah di bisnis transportasi, itu pun masih dalam proses sangat permulaan," ungkapnya.

Rini mengungkapkan hal itu menanggapi pertanyaan dan kritikan sejumlah anggota Komisi VI DPR terkait dengan kerja sama dan pendanaan oleh asing terhadap sejumlah BUMN, terutama dari China.

Mengenai kerja sama PT Telkom dengan Singtel, Rini menjelaskan sebenarnya kerja sama serupa sudah dirintis Telkom bersama Telstra, perusahaan telekomunikasi terbesar Australia. Kerja sama itu yakni mengembangkan peranti lunak untuk perusahaan.

"Kerja sama dengan Singtel sama seperti dengan Telstra, yakni dalam hal pembuatan software tetapi ini masih dalam pembicaraan ," ungkap Rini yang berjanji akan mengawasi BUMN agar tidak mudah dikuasai oleh asing.
(hlz/hlz)


Komentar