Kamis, 14 November 2019 | 02:37 WIB

Visit our social media :
Home / Corporation / Corporate Action
Senin, 06 Juli 2015 23:27

Lion Group Tunda IPO Hingga Ekonomi Kondusif

Hery Lazuardi
(HARIAN NASIONAL | MAKHFUDZ SAPPE)

JAKARTA - Lion Group menunda rencana penerbitan saham perdana atau go public hingga kondisi perekonomian global dinilai kondusif.

"Kami menilai situasi saat ini belum tepat untuk IPO [initial public offering]. Kondisi perekonomian global belum pulih, jika dipaksakan pasar tidak bisa menyerap," kata Edward Sirait, Direktur Utama Lion Group, Senin (6/7/2015).

Meski tertunda, Edward menegaskan bahwa keinginan untuk go public tetap ada dan persiapan ke arah itu tetap dilakukan. "Kami menunggu waktu yang tepat, tapi belum bisa menyebutkan kapan. Yang jelas keinginan itu tetap ada," ujarnya.

Lion Air berencana melepas 30% saham dengan target penyerapan dana sekitar Rp10 triliun. Dana itu antara lain akan digunakan untuk membangun bandara terpadu di Lebak, Banten, seluas 550 hektare atau tiga kali dari luas Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.

Pendiri Lion Group, Rusdi Kirana, sebelumnya menyebutkan IPO akan digelar pada 2016, yang akan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah IPO di Indonesia dari sisi penghimpunan dana.

Konsep bandara yang didesain Lion, kata Rusdi, akan dipadukan dengan angkutan kereta api, transportasi ke pelabuhan, pusat grosir, dan perumahan atau properti.
(hlz/hlz)


Komentar