Jumat, 19 Juli 2019 | 06:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Jumat, 10 Juli 2015 22:11

Jepang Siap Garap KA Supercepat dan Pembangkit 12.500 MW

Hery Lazuardi
Presiden Jokowi saat menerima utusan khusus PM Jepang (Setkab)

JAKARTA - Pemerintah Jepang siap berpartisipasi dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia, termasuk kereta api cepat Jakarta-Bandung dan pembangkit listrik 35.000 MW.

Kesiapan Jepang itu disampaikan langsung oleh Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi kepada Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kehormatan di Istana Merdeka, Jumat (10/7/2015).

Kunjungan Hiroto untuk mengantarkan surat PM Jepang Shinzo Abe kepada Presiden Jokowi, bahwa Pemerintah Jepang sangat komit berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.

"Mereka siap berpartisipasi membangun listrik 35.000 MW, Jepang siap mengambil sampai dengan 12.500 MW, ditambah dengan membangun jaringan, termasuk pembangunan jaringan bawah laut Selat Sunda [HVDC]," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil usai mendampingi Presiden.

Dia mengatakan Pemerintah Jepang juga siap membantu dalam bentuk pinjaman yang bisa digunakan segera jika pemerintah Indonesia membutuhkan. Selain itu, Jepang sangat serius ingin berpartisipasi dalam proyek pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung.

"Mereka datang dengan proposal yang cukup teknis, jauh lebih baik daripada proposal-proposal yang pernah kita dengar sebelumnya," ungkap Sofyan.

Dia mengatakan Hiroto juga menyampaikan kepada Presiden bahwa sebelum akhir tahun ini akan ada rombongan besar yang dipimpin oleh Ketua Persahabatan Indonesia-Jepang untuk membawa sekitar 1.000 delegasi ke Indonesia.

"Kedatangan rombongan besar itu menyusul pemberian bebas visa kepada wisatawan Jepang oleh pemerintah Indonesia. Delegasi tersebut berasal dari berbagai pihak, yaitu pemerintah, kalangan pengusaha, wiraswasta, dan turis," kata Sofyan. (Setkab)
(hlz/hlz)


Komentar