Rabu, 20 November 2019 | 04:10 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Railway
Senin, 13 Juli 2015 13:22

Jokowi: Jabodetabek Butuh Lines Transportation Autority

Hery Lazuardi
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (Sekretariat Kabinet)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menyarankan pembentukan Lines Transportation Autority di Jabodetabek guna memangkas birokrasi dalam penyelenggaraan moda transportasi perkeretaapian di Ibu Kota dan sekitarnya.

"Harus segera dibentuk sehingga otoritas yang berwenang yang berkuasa di situ jelas, dan keputusan-keputusan tidak harus setiap saat melalui Rapat Terbatas yang seperti ini, tetapi bisa diputuskan di dalam organisasi Jabodetabek Lines Transportations Autority," tutur Jokowi saat memimpin rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Presiden menyampaikan bahwa organisasi Lines Tranportations Autority sangat diperlukan di Jabodetabek, sepertinya juga dilakukan di negara-negara lain. Apalagi, tuturnya, Jabodetabek sedang mengembangkan sistem transportasi massa berbasis rel, seperti mass rapid transit (MRT) dan light rail transport (LRT).

Mengenai proyek LRT di Jakarta, Presiden mengatakan bahwa pemerintah sudah merancang dengan pemerintah provinsi agar pembangunan LRT di Jakarta maupun hinterlandnya harus segera dimulai.

"Pembangunan High Speed Train [kereta api supercepat] dari kota ke kota juga diharapkan juga segera dimulai pada tahun ini," ujarnya.

Agar pembangunan moda transportasi itu tidak terhambat, Presiden meminta pejabat terkait agar dalam merencanakan secara baik agar biayanya tidak membengkak.

Sebagai contoh, tutur Presiden, pembangunan MRT di Jakarta yang sudah direncanakan sejak 26 tahun lalu tetapi terlambat diputuskan. Akibatnya, selain pembangunan sekarang sulit dilakukan karena kota sangat padat, biayanya juga menjadi mahal karena harga pembebasan lahan tinggi.

"Sekarang ini saya kira Pemerintah Provinsi DKI juga sangat merasakan betapa mahalnya untuk pembelian atau pembebasan lahan. Oleh sebab itu, di kota-kota besar, baik antar kota, kereta api merupakan moda tranportasi yang efisien yang ada, murah, karena itu harus diprioritaskan pembangunannya," kata Jokowi.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Mensesneg Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Selain itu, Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinov Chaniago, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BKPM Frank Sibarani, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Dirut PT Adi Karya, dan Dirut PT Jakarta Propertindo. (Setkab) (hlz/hlz)


Komentar