Senin, 18 November 2019 | 20:50 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Minggu, 26 Juli 2015 15:05

RI Butuh Roadmap Percepatan Pengembangan Galangan Kapal

Hery Lazuardi
(Translogtoday)

Jakarta - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) menilai dibutuhkan roadmap atau peta jalan untuk percepatan peningkatan pembangunan kapal nasional di galangan kapal dalam negeri mengingat tidak semua jenis kapal mampu dapat dibangun di domestik.

Hal itu disampaikan INSA menanggapi pernyataan Presiden mengenai 80 persen kapal di Indonesia merupakan impor.

"Dibutuhkan roadmap (peta jalan) sesuai dengan ketersediaan dan kemampuan galangan dalam negeri," kata. Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto.

Dia menjelaskan hingga kini operator kapal di Indonesia sudah sangat banyak yang memesan kapal di galangan dalam negeri, untuk kapal-kapal dengan jenis tertentu seperti tug and barge, crew boat, roll on roll off atau Roro, kapal patroli, kapal perintis dan kapal penumpang.

Pemerintah juga harus melihat kondisi galangan kapal nasional yang masih banyak dibebani kebijakan fiskal dan kesulitan mendapatkan modal serta dukungan industri komponen sehingga belum berkembang secara signifikan. "Jumlah galangan dengan kemampuan membangun kapal besar masih terbatas," ujarnya.

INSA mendukung Pemerintah untuk mendorong pelayaran membangun kapal di galangan dalam negeri.

Namun, pemerintah seharusnya memberikan insentif baik kepada pelayaran yang membangun kapal, baik di galangan dalam negeri maupun bagi galangan, sesuai dengan perintah UU No.17 tahun 2008 tentang Pelayaran.

Insentif itu antara lain penghapusan PPN atas repasi kapal di galangan dalam negeri, PPN atas penyerahan kapal produk galangan dalam negeri, bea masuk komponen menjadi 0%.

Selain itu, perlu disiapkan skema pembiayaan berbunga rendah atau membangun lembaga keuangan non-bank yang khusus membiayai pengadaan kapal niaga nasional. "Setarakan kebijakan galangan nasional sebagaimana di Batam atau negara lainnya." (hlz/hlz)


Komentar