Senin, 18 November 2019 | 20:46 WIB

Visit our social media :
Home / Corporation / Corporate Action
Sabtu, 01 Agustus 2015 21:06

Garuda Antisipasi Pelemahan Rupiah dengan Cross Currency Swap

Hery Lazuardi
(repro)

JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) terus mencermati perkembangan pasar untuk melakukan lindung nilai dan cross currency swap (CCS) kembali pada saat yang dinilai tepat.

Sejak kuartal I tahun ini, Garuda melakukan kerja sama lindung nilai melalui transaksi CCS dengan beberapa bank atas obligasi rupiah ke mata uang dolar AS senilai total Rp2 triliun.

Langkah itu merupakan strategi untuk mengantisipasi efek dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta bagian dari manajemen risiko perseroan yang dijalankan berdasarkan prinsip kehati-hatian, tulis siaran pers Garuda, Kamis (29/7/2015).

Melalui transaksi CCS tersebut, Garuda dapat menghindari atau mengurangi risiko melonjaknya biaya operasional jika dibayar dalam mata uang rupiah akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS.

Hal ini mengingat biaya operasional penerbangan seperti pembelian spare parts, maintenance dan sewa pesawat dibayarkan dalam dolar AS.

Pelaksanaan secara rutin transaksi lindung nilai terhadap eksposure penerimaan rupiah dan biaya dolar AS serta bahan bakar, menambah kinerja manajemen risiko di tengah kondisi perekonomian yang melemah, baik di level global, regional maupun nasional.

Global Sukuk

Sementara itu, sebagai upaya memberikan ruang bagi Garuda untuk mendapatkan sumber pendanaan baru dengan cost financing yang lebih kompetitif, Garuda menerbitkan Global Sukuk senilai US$500 juta dengan jangka waktu 5 tahun sebesar 5,95% pada Mei 2015 .

Penerbitan Global Sukuk ini berdenominasi dolar AS un-rated pertama yang dikeluarkan oleh satu korporasi di Asia Pasifik, dengan jumlah pemesanan 4x lipat dari jumlah yang ditargetkan.

Melalui penerbitan Global Sukuk ini, Garuda Indonesia berhasil melakukan reprofiling utang perusahaan.
Penerbitan Sukuk Global ini juga merupakan Sukuk Global berdenominasi dolar AS pertama yang dikeluarkan oleh BUMN dan korporasi nasional di luar Indonesia.

Dengan demikian, Garuda menjadi national flag carrier pertama di Asia Pasifik yang berhasil melaksanakan penerbitan Un-rated Sukuk Global berdenominasi USD.

Dengan menggunakan struktur wakala yang berbasis syariah, penerbitan Sukuk Global ini cukup fenomenal dan akan menjadi benchmark bagi penerbitan Un-Rated Global Sukuk berikutnya.
(hlz/hlz)


Komentar