Jumat, 24 Mei 2019 | 21:49 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Minggu, 09 Agustus 2015 20:05

BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II/2015 Melambat

Hery Lazuardi
Tumpukan petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta (Pelindo II)

JAKARTA - Ekonomi nasional pada kuartal II/2015 hanya tumbuh 4,67%, turun dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu 5,03% di tengah perlambatan ekonomi global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, perekonomian Indonesia yang diukur berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku kuartal II/2015 mencapai Rp2.866,9 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.239,3 triliun.

Pertumbuhan pada kuartal II/2015 juga melambat dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya yang tercatat 4,72%. Kondisi ini tidak terlepas dari perlambatan ekonomi dunia sejak tahun lalu, yang berimbas kepada perekonomian domestik.

Dari sisi produksi, ungkap data BPS, pertumbuhan didorong oleh hampir semua lapangan usaha, dimana pertumbuhan tertinggi dicapai jasa pendidikan yang tumbuh 12,16%.

Dari sisi pengeluaran didukung oleh hampir semua komponen dengan pertumbuhan tertinggi dicatt oleh komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,97%.

Meski demikian, ekonomi Indonesia pada kuartal II/2015 tumbuh 3,78% terhadap kuartal sebelumnya. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 10,09%, sedangkan dari sisi pengeluaran pada komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yakni 32,17%.

Adapun dilihat dari data 6 bulanan, pertumbuhan ekonomi tumbuh 4,70% pada semester I/2015. Dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh semua lapangan usaha kecuali pertambangan dan penggalian yang mengalami penurunan 3,58%. Dari sisi pengeluaran masih didorong oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,99 persen.

Struktur ekonomi nasional pada kuartal II/2015 tetap didominasi Pulau Jawa dan Sumatera, yakni masing-masing berkontribusi 58,35% dan 22,31% terhadap PDB, diikuti Kalimantan sebesar 8,22%.
(hlz/hlz)


Komentar