Minggu, 21 Juli 2019 | 10:08 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Senin, 10 Agustus 2015 21:03

China Siap Bangun Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung dalam 3 Tahun

Hery Lazuardi
Kereta api supercepat China (repro)

JAKARTA - Pemerintah China menjamin mampu mewujudkan kereta api cepat Jakarta-Bandung dalam waktu 3 tahun dan proyek itu bisa mencetak keuntungan setelah 5 tahun beroperasi.

Jaminan itu disampaikan langsung oleh Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi Republik Rakyat Tiongkok Xu Shaoshi saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Dalam pertemuan itu, delegasi yang dipimpin Shaoshi melaporkan hasil studi kelayakan perusahaan Tiongkok terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sesuai yang dijanjikan.

"Saya sudah bertemu dengan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Menko Perekonomian, besok saya akan bertemu Wapres dan pejabat lainnya," kata Shaoshi.

Menko Perekonomian Sofyan Djalil, yang mendampingi Presiden Jokowi, mengatakan pemerintah telah menerima hasil studi itu dan akan mempelajari serta memutuskannya dalam waktu secepatnya.

Kereta cepat Jakarta-Bandung, menurut Shaoshi, akan menempuh jalur sejauh sekitar 150 km mulai dari Halim hingga Bandung, dan terhubung ke Stasiun Gambir dengan jaringan yang sudah ada.

Adapun jumlah stasiun yang akan dilalui sebanyak delapan, dengan kecepatan kereta sekitar 300 km per jam.

Shaoshi menegaskan harga yang ditawarkan Pemerintah RRT lebih kompetitif dengan proposal yang lebih baik. "Kami jamin bisa rampung dalam 3 tahun, ground breaking akhir Agustus 2015 dan selesai 2018 akhir," katanya.

Shaoshi mengatakan pihaknya menawarkan untuk membentuk perusahaan bersama (join venture) antara BUMN Indonesia dan RRT untuk mengelola kereta api cepat itu, dengan Indonesia memegang 60% dan sisanya Tiongkok.

"Kami serius ingin berbagi dengan Indonesia dalam mewujudkan kereta api cepat di Indonesia," ujar Shaoshi.

Dia juga meyakini dalam pengoperasia kereta api cepat Jakarta-Bandung itu sudah bisa memberikan keuntungan dalam 5 tahun ke depan.

Menurut Shaoshi, dalam 8 bulan terakhir, dua pemimpin negara, yaitu Presiden Jokowi dan Presiden RRT Xi Jinping sudah melakukan tiga kali pertemuan untuk meningkatkan kerja sama bilateral.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa rencana kerja sama, salah satunya adalah proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang ditandatangani nota kesepahamannya pada Maret 2015.

"Pada April dan Juni 2015 disepakati kerangka kerja dan pada hari ini diserahkan hasil studi kelayakan kepada Presiden Jokowi," papar Shaoshi.

Selain Sofyan, saat menerima delegasi RRT itu, Presiden juga didampingi oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Adrinof Chaniago, dan Menteri BUMN Rini Soemarno. (Setkab) (hlz/hlz)


Komentar