Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:41 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Selasa, 11 Agustus 2015 05:20

Kelangkaan Daging: Bulog Diizinkan Impor 50.000 Sapi Siap Potong

Hery Lazuardi
(setkab.go.id)

JAKARTA -
Pemerintah memutuskan dua langkah jangka pendek dalam mengatasi kelangkaan dan tingginya harga daging sapi di sejumlah daerah.

"Pertama, Bulog untuk terus melakukan operasi pasar sehingga kelangkaan yang ada di pasar itu akan diisi oleh Bulog. Maka kita punya stok. Kedua, memberikan izin Bulog mengimpor sapi siap potong 50.000 ekor," kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Sofjan memimpin Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, dan Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti.

Untuk jangka yang lebih menyeluruh sampai dengan akhir tahun, menurut Sofyan, rapat koordinasi itu sudah memiliki rekomendasi tetapi harus dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo terlebih dahulu.

"Jadi ada penyelesaian jangka sangat pendek, ada penyelesaian jangka pendek, ada penyelesaian jangka menengah, ada penyelesaian jangka panjang. Yang kita bicarkan tadi adalah jangka setengah pendek dan jangka pendek," jelasnya.

Jangka menengah sampai akhir tahun dan jangka panjang, lanjut Sofjan, akan dilaporkan Presiden dan nanti perlu persetujuan pada Rapat Kabinet, terutama dihadiri Menteri Pertanian sebagai pelaksana. 

Mengenai pengertian impor sapi siap potong, Sofyan menjelaskan, hakekatnya begitu sampai ke Malaysia dipotong. "Masalah rumah potong dan lain-lain, ini masalah supplynya kita bereskan," ujarnya.

Untuk diketahui, pedagang daging di sejumlah daerah melakukan aksi mogok mengeluhkan tingginya harga daging yang mencapai Rp120.000/kg, atau lebih tinggi dibandingkan masa Lebaran sebesar Rp100.000/kg.

Menteri Perdagangan Rahmat Gobel mengatakan, Bulog masih punya stok yang bisa mengisi kekosongan akibat mogok yang dilakukan oleh para pedagang karena memang feedloter (perusahaan penggemukan sapi) itu tidak mengeluarkan sapinya.

Pemerintah, kata Mendag, akan memanggil para pemilik feedloter tersebut agar mereka jangan sampai mengganggu roda ekonomi nasional, apalagi dalam kondisi ekonomi lesu sekarang ini.

"Dalam undang-undang yang diterapkan antara lain tidak boleh melakukan penimbunan apalagi di tengah situasi dan kondisi sekarang ini," jelas Mendag.

Adapun mengenai 50.000 ekor yang sudah diputuskan dan sudah dibahas sebelumnya, Mendag menegaskan, dia akan kita keluarkan izinnya untuk Bulog.

Menurut Mendag, inti dari impor sapi ini untuk menjaga stabilitas supply dan stabilitas harga daging di pasar karena daging sapi lokal lebih mahal daripada sapi impor.

"Kalau tujuannya demikian, justru Bulog lah yang sebagai penyangga kebutuhan bahan pokok yang harus diberikan izin tersebut. Bulog akan bekerja sama dengan feedloter supaya bisa menjadi stabilitas harga" kata Mendag. (Setkab) (hlz/hlz)


Komentar