Jumat, 22 Juni 2018 | 12:09 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Perbankan
Rabu, 12 Agustus 2015 15:56

Rupiah Undervalued, BI Optimalkan Intervensi

Hery Lazuardi
(BI/repro)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah dengan kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu (12/8/2015) berada di posisi Rp13.758,00 dinilai sudah mengalami pelemahan terlalu dalam (overshoot) dan berada jauh di bawah nilai fundamentalnya (undervalued).

Menyikapi perkembangan tersebut, Gubernur BI Agus Martowardojo menegaskan BI telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.

"Bank Indonesia akan mengoptimalkan bauran kebijakan dan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan otoritas lainnya," kata Agus dalam siaran pers, Rabu (12/8/2015).

Dia menilai perkembangan rupiah dalam beberapa waktu terakhir terutama disebabkan oleh perkembangan global. Menurutnya, pasar masih bereaksi terhadap keputusan pemerintah Tiongkok yang melakukan depresiasi mata uang yuan.

Langkah tersebut, lanjut Agus, dilakukan Pemerintah Tiongkok untuk mempertahankan kinerja ekspornya, yang menurun drastis 8,3% (yoy) pada Juli 2015, penurunan terbesar dalam 4 bulan terakhir.

Secara global, tuturnya, depresiasi yuan tersebut memberi dampak terhadap negara-negara mitra dagang Tiongkok yang ekspornya mengandalkan sumber daya alam, termasuk Indonesia.

"Kebijakan depresiasi seperti itu pernah dilakukan Pemerintah Tiongkok pada 1994, yang juga berdampak pada perekonomian global saat itu," ujar Agus.

Gubernur BI juga menyampaikan perkembangan data terkini di AS, seperti data ISM non-manufacturing index dan data tenaga kerja, menunjukkan tanda-tanda membaik.

Perkembangan ini menimbulkan ekspektasi dari pelaku pasar bahwa kenaikan suku bunga kebijakan AS (Fed Fund Rate) akan dilakukan lebih cepat.

Berdasarkan catatan BI, secara umum hampir seluruh mata uang global mengalami depresiasi. Sebagai ilustrasi, mata uang ringgit Malaysia melemah 13,3% (ytd), won Korea melemah 7,9% (ytd) , baht Thailand melemah 7,4% (ytd), dan yen Jepang melemah 4,8% (ytd).

Selain itu, euro melemah 8,9% (ytd), real Brasil melemah 29,4% (ytd), dan dolar Australia melemah 10,6% (ytd), sementara rupiah dari Januari hingga 1 Agustus 2015 melemah 9,8% (ytd).
(hlz/hlz)


Komentar