Minggu, 21 Juli 2019 | 09:29 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Selasa, 18 Agustus 2015 19:44

Presiden Minta LRT Jabodetabek dan Palembang Segera Dibangun

Hery Lazuardi
LRT (repro)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT), terutama untuk Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi (Jabodetabek) dan Palembang, sudah matang sehingga bisa segera direalisasikan.

Saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai proyek LRT, Presiden mengatakan rapat mengenai masalah LRT itu sudah tiga atau empat kali dilaksanakan dan sebenarnya sudah matang.

Namun ratas kali ini supaya ada sinkronisasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan apa yang akan dikerjakan oleh pemerintah pusat.

Oleh sebab itu, dia meminta rapat hari ini bisa menuntaskan rencana itu. "Semoga tidak ada rapat terbatas lagi tentang LRT. Jadi sudah final, tinggal pelaksanaan di lapangan," tuturnya saat memimpin ratas, didampingi Wapres Jusuf Kalla di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (18/8/2015).

Pemerintah berencana membangun LRT jalur Bogor - Cawang - Dukuh Atas. Jalur ini ditargetkan selesai dan beroperasi penuh pada 2018.

Pembangunan jalur LRT ini tidak memerlukan pembebasan lahan karena akan memakai jalur jalan tol, dari Bogor - Cawang, Cawang - Dukuh Atas, kemudian Bekasi - Cawang, Cawang - Dukuh Atas.

Ratas tersebut itu diikuti Mensesneg Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Dirut PT Wijaya Karya, dan Dirut PT Adhi Karya. 

Secara khusus, Presiden meminta agar masalah pembangunan LRT, baik di DKI maupun Jabodetabek, selesai sebelum 31 Agustus, termasuk untuk high speed train (kereta cepat) Jakarta-Bandung.

"Mudah-mudahan hari ini Peraturan Presidennyanya segera ditandatangani," kata Sekretaris Kabinet Pramono seperti dikutip dari setkab.go.id.

Menko Perekonomian Darmin Nasution menambahkan setelah diskusi panjang lebar dan mendalam, masih ada satu hal lagi yang belum bisa diketemukan kesepakatannya terkait pembangunan LRT itu.

"Kita membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk menyelesaikan itu. Paling tidak awal minggu depan kita sudah mempunyai keputusan yang bulat mengenai LRT," kata Darmin tanpa menjelaskan detil subtansi dari diskusinya.

Menko Maritim Rizal Ramli menjelaskan, ada beberapa hal penting yang perlu dibahas lebih dalam. Pertama, seluruh prosesnya harus betul-betul kompetitif agar bisa mendapatkan biaya konstruksi semurah mungkin.

Kedua, isu siapa yang menanggung bebannya karena tentu akan terkait dengan tarif. "Presiden tidak mau tarifnya terlalu mahal sehingga rakyat tidak bisa menikmati. Tentu dengan syarat bahwa sebagian dari pembiayaan itu akan dibiayai oleh pemerintah, bagaimana caranya, bagaimana prosedur, dsb. Itu yang kita masih perlu bahas," terang Rizal.

Ketiga, lanjut Menko Maritim, teknologinya supaya bisa compatible, jangan sampai punya satu moda transportasi tetapi tidak menyambung dengan segmen yang lain.

"Supaya moda transportasi di Jabotabek ini betul-betul bisa integrated. Ide tentang LRT ini ide yang bagus sekali, karena kota sebesar Jakarta tidak mungkin tidak ada transportasi publik yang baik," papar Rizal.

  (hlz/hlz)


Komentar