Minggu, 21 Juli 2019 | 09:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 19 Agustus 2015 16:14

RUA INSA, Johnson Usung Tiga Agenda Pokok

Hery Lazuardi
Johnson W. Sutjipto (repro)

Jakarta - Kandidat Calon Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengusung tiga agenda untuk menjadikan INSA dan pelayaran nasional berdaya saing tinggi.

Di dalam flayer yang berisi profil Johnson disebutkan Ketiga agenda ke depan. Pertama, konsolidasi organisasi yang terdiri dari program pembangunan sistem informasi dari dan ke anggota, dan cabang yang berisi informasi terbaru dan mudah diakses.

Kedua, menstimulasi demand dengan memperkuat dan mengawal pelaksanaan asas cabotage hingga 100 persen, mendorong program beyond cabotage untuk mensukseskan Indonesia sebagai Poros Maritim dan mendorong regulasi yang mampu menstimulus demand bagi pelayaran.

Ketiga, menurunkan high cost econony dengan mendorong keamanan dan keselamatan operasional kapal sesuai dengan aturan perundang-undangan, mendorong kebijakan untuk efisien terhadap biaya logistik, mendorong insentif fiskal dan moneter yang berdaya saing tinggi. Ketiga agenda tersebut diharapkan dapat menjawab tantangan-tantangan pelayaran ke depan yang makin sulit.

Johnson menjelaskan hingga kini, banyak kapal-kapal niaga nasional anggota INSA yang lay up, kinerja industri pelayaran terus melemah, iklim investasi kian memburuk yang diperparah dengan masalah defisit pelaut.

Pelayaran juga kesulitan dalam hal permodalan usaha pelayaran, asuransi perkapalan, pembiayaan kemaritiman, ketidakpastian biaya dan lahirnya kebijakan-kebijakan sektoral yang tidak mendukung bagi program pemberdayaan industri pelayaran nasional. "Saya terpanggil untuk maju dalam pencalonan Ketua Umum INSA karena tantangan-tantangan tersebut," ujarnya.

Menurut dia, tantangan-tantangan ini hanya dapat diatasi apabila INSa secara bersama-sama, bahu-membahu, menjadi sparing-partner yang positif dengan para stakeholder INSA dalam menciptakan iklim usaha yang positif dan regulasi yang kondusif. (hlz/hlz)


Komentar