Senin, 09 Desember 2019 | 04:24 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Kamis, 20 Agustus 2015 19:41

Kapal Pesiar Lokal Minim, Menhub Siap Izinkan Cruise Asing

Hery Lazuardi
Kapal pesiar (Repro)

JAKARTA - Pelaku usaha pelayaran nasional siap menggarap peluang bisnis kapal pesiar (cruise) berkapasitas besar jika permintaan di dalam negeri dinilai cukup tinggi.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Carmelita Hartoto mengatakan bisnis cruise sebenarnya cukup menjanjikan karena Indonesia merupakan negara kepulauan dan kaya tempat wisata menarik.

"Swasta pada dasarnya siap kalau ada peluang. Banyak tujuan wisata menarik di dalam negeri yang bisa disinggahi cruise, tetapi pemerintah harus menyiapkan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung," katanya di sela-sela Rapat Umum Anggota INSA ke-16 di Jakarta, Kamis (20/8/2015).

Saat membuka RUA INSA, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan pemerintah mendorong pengusaha kapal nasional menggarap bisnis kapal pesiar.

Menurut dia, wisata bahari Indonesia yang kaya selama ini belum digarap secara optimal karena kapal pesiar yang melayani pelayaran dalam negeri sangat minim.

"Mengenai kapal penumpang, saya berharap ada kapal milik perusahaan nasional mengoperasikan cruise ke NTT, sampai ke Sorong dan Kaimana. Di sana pantainya indah sekali tetapi saya tidak pernah lihat ada cruise bendera Indonesia," kata Jonan.

Bila perusahaan kapal nasional tidak berminat, Jonan akan membuka pintu kepada operator cruise liner internasional untuk melayani bisnis wisata bahari ke pantai-pantai eksotis di dalam negeri.

"Saya katakan ke Dirjen Perhubungan Laut, kalau nggak ada yang minat, saya rekomendasikan boleh cruise asing karena pemerintah ingin dorong wisata bahari," ujarnya.

Jonan juga akan mengatur standar pelayanan dan fasilitas pelabuhan penumpang yang selama ini dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) agar wisatawan merasa aman dan nyaman.

Wakil Ketua Umum INSA Lolok Sudjatmiko mengatakan saat ini Indonesia sebenarnya belum membutuhkan cruise kapasitas besar seperti yang dioperasikan liner asing sebab jarak tempuh tidak ada yang lebih dari 1,5 hari.

"Sebenarnya di kawasan timur Indonesia sudah ada ribuan kapal pesiar tetapi kapasitasnya kecil-kecil dan difungsikan seperti hotel. Kalau cruise besar pasarnya belum ada," ujarnya.
(hlz/hlz)


Komentar