Rabu, 20 November 2019 | 03:12 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Sabtu, 22 Agustus 2015 22:51

Hasil Pemilihan Ketua Umum Deadlock, INSA Vakum

Hery Lazuardi
Pengurus INSA periode 2011-2015 (INSA)

JAKARTA - Indonesian National Shipowners' Association (INSA) terancam vakum hingga waktu yang belum bisa dipastikan menyusul perselisihan penghitungan suara dalam pemilihan ketua umum asosiasi itu.

Pemilihan ketua umum merupakan salah satu agenda penting dalam Rapat Umum Anggota (RUA) INSA ke-16 yang digelar pada 20-21 Agustus 2015 di Jakarta.

Pemilihan ketua umum hanya diikuti oleh dua orang calon, setelah salah satu kandidat yakni Direktur Utama PT Seven Offshore Group yang juga Wakil Ketua bidang offshore DPP INSA Anto Perwata mengundurkan diri.

Dua calon yang bertarung adalah Presiden Direktur PT Andhika Line yang juga Ketua Umum INSA incumbent Carmelita Hartoto dan Direktur Utama PT Salam Bahagia yang juga mantan Ketua Umum INSA periode 2008-2011 Johnson W. Sutjipto.

Namun hingga RUA ditutup, perkumpulan pengusaha pelayaran itu gagal mencapai kesepakatan karena kubu Carmelita menilai penghitungan surat suara tidak akurat.

Berdasarkan penghitungan surat suara oleh panitia RUA, dari total 754 suara yang masuk, Johnson mengantongi 386 suara dan Carmelita Hartoto 363 suara, sementara 5 suara tidak sah.

Karena ada selisih suara, saksi dari kubu Carmelita yakni Lukman Ladjoni menolak menandatangani hasil perhitungan suara, meskipun perhitungan suara kembali dilakukan, saksi Lukman tetap menolak.

RUA yang sudah ada hasilnya berakhir deadlock dan pimpinan sidang tidak menetapkan hasil RUA. Akhirnya hasil tersebut dikonsultasikan kepada penasihat DPP INSA meskipun statusnya sudah demisioner.

Dari hasil konsultasi antara pimpinan sidang dan penasihat INSA demisioner, diputuskan pemilihan akan dilakukan dengan menggelar RUA kembali.

Pimpinan sidang langsung menetapkan keputusan penasihat tanpa memberikan kesempatan kepada floor untuk memberikan pendapat sehingga INSA menjadi vakum.
(hlz/hlz)


Komentar