Kamis, 28 Januari 2021 | 21:45 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Technology
Rabu, 26 Agustus 2015 22:51

Toyota Terus Sempurnakan Teknologi Mesin Ramah Lingkungan

Hery Lazuardi
(TAM)

JAKARTA - Dalam beberapa tahun terakhir, Toyota Motor berhasil mengembangan sejumlah teknologi mutakhir di bidang otomotif yang ramah lingkungan, antara lain teknologi hybrid dan kendaraan berbahan alternatif seperti hidrogen.

"Sesuai dengan prinsip Kaizen, Toyota terus mengembangkan berbagai teknologi untuk mencapai ultimate eco car, mulai dari pengembangan mesin hingga perbaikan di tahap produksi," kata Rahmat Samulo, Direktur Marketing PT Toyota Astra Motor, di sela-sela Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), Rabu (26/8/015).

Ultimate eco car merupakan tujuan Toyota untuk menghadirkan mesin yang ramah lingkungan. Saat ini, kata Samulo, Toyota sedang mengarah ke sana karena teknologi yang dikembangkan dari waktu ke waktu semakin ramah lingkungan.

"Makanya kami selalu berinovasi untuk menciptakan teknologi yang ramah lingkungan. Terbukti Toyota berhasil menjadi pionir dengan mengembangkan Mirai. Ke depan, Toyota akan menghadirkan lebih banyak lagi teknologi eco friendly," ujarnya.

Selama bertahun-tahun, lanjut Samulo, Toyota menjadi produsen kendaraan dengan teknologi terdepan, yang hadir dengan teknologi dan jajaran produk paling lengkap sebagai bagian dari semangat "Beyond Drive".

Saat ini, tuturnya, tuntutan perkembangan mesin semakin mengarah pada eco friendly yang efisien terhadap penggunaan bahan bakar, ramah lingkungan, tetapi tidak mengurangi kesenangan dalam berkendara.

Pengembangan mesin di Toyota antara lain mengacu pada upaya mengisi setiap lini produk dengan mesin yang mampu menghasilkan kinerja maksimal, baik untuk mendukung kelincahan, kenyamanan berkendara, maupun emisi rendah.

Beberapa mesin Toyota yang dikenal tangguh, antara lain mesin K Series yang digunakan Toyota Kijang lama atau 4A pada mesin Toyota Corolla.

"Keunggulan mesin-mesin ini sekaligus menjadi tonggak penting keberadaan Toyota di Indonesia. Namun, Toyota terus mengembangkan teknologi mesin sesuai kebutuhan pelanggan dan perkembangan zaman," kata Samulo.

Untuk meningkatkan performa kendaraan, Toyota mengadopsi mesin-mesin terbaru untuk kendaraan yang diproduksi di Indonesia.

Mesin VVT-i yang sebelummya digunakan pada beberapa produk seperti Agya, Etios Valco, Avanza, Kijang Innova, Rush, Yaris, Vios dan Fortuner, dikembangkannya menjadi Dual VVT-i.

Teknologi mesin itu telah disematkan untuk All New Corolla Altis, All New Camry, RAV4, All New Alphard, dan All New Velfire.

Bahkan, Dual VVT-I juga sudah mulai digunakan untuk segmen low MPV yang baru diluncurkan, yaitu Grand New Avanza dan Grand New Veloz.

"Dual VVT-i merupakan teknologi mesin yang efisien dalam penggunaan bahan bakar, namun tetap mendukung kinerja tenaga yang besar dengan semangat eco friendly," kata Samulo.

Secara lebih lengkap, teknologi terkini Toyota juga terlihat pada kehadiran kendaraan berbasis mesin Valvematic, Hybrid, VNT (Variable Nozzle Turbo), hingga Fuel Cell dan Electric.

Sebagai gambaran, Valvematic yang diterapkan pada Toyota NAV1, merupakan teknologi mesin pintar yang mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar sesuai dengan putaran mesin.

Teknologi Hybrid tidak hanya diterapkan pada Prius dan All New Camry yang merupakan satu-satunya sedan dengan mesin ramah lingkungan di Indonesia, tetapi juga pada All New Alphard.

Sementara, VNT yang dipakai Grand New Toyota Fortuner dan All New Toyota Hilux Diesel merupakan teknologi mesin diesel modern yang diaplikasi oleh Toyota. Perangkat ini mampu meningkatkan output daya dan torsi secara signifikan.

Toyota juga mulai memperkenalkan mesin berteknologi Fuel Cell untuk Mirai. Mobil berbahan bakar hidrogen pertama di dunia ini memiliki keunggulan sebagai kendaraan ramah lingkungan karena gas buangnya air (zero carbon emission).

Selain Fuel Cell, Toyota mengembangkan mesin listrik berbaterai lithium ion seperti yang diterapkan pada i-Road, kendaraan kompak masa depan yang cocok untuk daerah perkotaan.
(hlz/hlz)


Komentar