Jumat, 19 Juli 2019 | 06:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Jumat, 04 September 2015 22:06

Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 18,8%

Translog Today
(Repro)

JAKARTA -

Moda transportasi kereta api mengangkut 184,4 juta orang selama Januari-Juli 2015, naik 18,83% dibandingkan dengan periode sama 2014 sebanyak 155,14 juta orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan jumlah penumpang KA terutama di wilayah Jabodetabek yakni 25,58% dari 115,4 juta orang menjadi 144,9 juta orang dan wilayah Sumatera naik 9,82% dari 2,8 juta orang menjadi 3,09 juta orang.

Di wilayah Jawa non-Jabodetabek jumlah penumpang turun 1,54% dari 36,95 juta orang menjadi 36,38 juta orang.

Data itu mengungkapkan jumlah penumpang KA pada Juli 2015 di Jawa dan Sumatera mencapai 27,6 juta orang, naik 0,18% dari 27,5 juta orang pada bulan sebelumnya.

Sebagian besar dari jumlah itu adalah penumpang Jabodetabek yang merupakan penumpang pelaju (commuter) yaitu 21,2 juta orang atau 76,67% dari seluruh penumpang KA.

BPS mencatat jumlah penumpang di Jabodetabek turun 14,67% dari 22,20 juta orang pada Juni 2015 menjadi 21,17 juta orang pada bulan berikutnya.

Adapun jumlah penumpang di wilayah non-Jabodetabek naik 20,26% dari 4,9 juta orang menjadi 5,9 juta orang dan di Sumatera naik 20,50% dari 444.000 orang menjadi 535.000 orang.

Jumlah barang yang diangkut KA pada Juli 2015 tercatat 2,7 juta ton atau turun 4,53% dari 2,8 juta pada bulan sebelumnya.

Sebagian besar barang yang diangkut tercatat di wilayah Sumatera yaitu 2,09 juta ton atau 78,08% dari seluruh barang yang diangkut KA secara nasional.

Penurunan jumlah barang terjadi di non-Jabodetabek sebesar 30,94% dari 850.000 ton menjadi 587.000 ton dan Sumatera naik 6,96% dari 1,95 juta ton menjadi 2,09 juta ton.

Selama Januari-Juli 2015, menurut data BPS, jumlah barang yang diangkut KA mencapai 17,9 juta ton, turun 3,23% dari 18,54 juta ton pada periode sama 2014.

Jumlah barang yang diangkut KA di Sumatera turun 5,82% dari 13,12 juta ton menjadi 12,4 juta ton, sementara di wilayah non-Jabodetabek naik 3,06% dari 5,4 juta ton menjadi 5,6 juta ton.  (hlz/hlz)


Komentar