Senin, 18 November 2019 | 20:43 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Sabtu, 12 September 2015 13:08

Menperin Ajak Perusahaan Lokal Gandeng Galangan Kapal Polandia

Hery Lazuardi
(bumn.go.id)

WARSAWA - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengajak galangan kapal nasional menjalin kemitraan dengan galangan kapal Polandia yang dikenal kompetitif dalam biaya produksi dibandingkan dengan negara lain di Eropa lainnya tetapi tetap berkualitas.

"Salah satu keunggulan industri maritim Polandia adalah dukungan sektor pendidikan melalui Gdynia Maritime University. Ini bisa menjadi ide menarik untuk diterapkan di Indonesia yaitu memperkuat kerja sama antara industri dan program studi di perguruan tinggi yang berkorelasi dengan kemaritiman," katanya saat mengunjungi industri perkapalan di Pelabuhan Gdynia, Gdansk, Polandia, Kamis (10/9/2015).

Selain ke galangan kapal RS Nauta di Gdynia, Menperin dan delegasi juga mengunjungi pabrik turbin Alstom di Elblag, pusat reparasi kereta api cepat Alstom, dan bertemu dengan manajemen produsen persenjataan PGZ (Polish Arms Group).

Menperin juga melihat dari dekat proses produksi alat kesehatan dan industri makanan minuman di pabrik Bakoma (BKZ Group).

"Indonesia ingin menarik investasi dari Polandia dan mempererat kerja sama. Kita yang sedang memacu infrastruktur seperti listrik dapat menggandeng Alstom Power sebagai produsen turbin pembangkit listrik," katanya dalam siaran pers Kemenperin, Jumat (11/9/2015).

Salah satu opsinya, menurut Saleh, produsen turbin di Indonesia dapat menjalin kemitraan, baik dalam investasi maupun produksi bersama atau joint production.

Sejauh ini, menurut data Kemenperin, terdapat 3 perusahaan di Indonesia yang sudah dapat memproduksi turbin berkapasitas hingga 27 MW, dua perusahaan generator hingga 10 MW, sepuluh perusahaan boiler sampai 660 MW.

Pada 2014, total neraca perdagangan Indonesia ke Polandia untuk semua produk industri mengalami surplus US$252,2 juta.

Ekspor produk industri yang paling besar dari Indonesia ke Polandia adalah produk mesin elektronika, peralatan musik, dan perlengkapan TV dengan nilai US$136,2 juta.

Selain itu, produk karet dan barang sejenisnya senilai US$48,1 juta, serta produk sabun, lilin, semir, dan perawatan gigi US$22,2 juta. Total nilai ekspor untuk semua produk industri US$395,9 juta.

Selanjutnya, impor produk industri Polandia ke Indonesia yang paling besar pada 2014 adalah produk susu, telur burung, madu, produk binatang dengan nilai US$27,6 juta, lalu produk reaktor nuklir, boiler, mesin, serta komponen senilai US$20,4 juta.

Adapun, produk mesin elektronika, peralatan musik, perlengkapan TV dengan nilai US$16,5 juta. Total nilai impor untuk semua produk industri sebesar US$143,8 juta. (hlz/hlz)


Komentar