Senin, 24 September 2018 | 11:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Trucking
Jumat, 25 September 2015 21:42

Angkutan Anjlok 50%, Pengusaha Trucking Kanibalisasi Armada

Hery Lazuardi
(repro)

JAKARTA - Pengusaha angkutan truk terpaksa melakukan kanibalisasi armada menyusul merosotnya aktivitas trucking di pelabuhan hingga 50% akibat kelesuan ekonomi nasional.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengungkapkan kini aktivitas trucking tinggal separuh dari kondisi normal, sementara armada yang menganggur terpaksa dikanibalisasi agar usaha tetap berjalan.

"Kanibalisasi terpaksa dilakukan untuk menutupi biaya operasional di tengah sepinya order angkutan, terutama ekspor-impor melalui pelabuhan," katanya, Kamis (24/9/2015).

Selama ini, tutu Tarigan, truk lebih banyak melayani kegiatan ekspor impor. Namun, kini impor anjlok seiring dengan penurunan tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Angkutan impor merosot, otomatis ekspor juga anjlok. Kami perkirakan volume kegiatan ekspor-impor saat ini sudah turun sekitar 30%," ujarnya.

Pada saat yang sama, lanjut Tarigan, pengusaha trucking juga dibebani biaya transaksi dalam rupiah yang mengacu pada nilai dolar AS. Akibatnya, ketika dolar AS terus menguat, biaya yang harus dibayarkan dalam rupiah semakin besar.

"Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku usaha, apalagi kurs dipatok lebih tinggi dengan alasan mengantisipasi gejolak kurs sebab pembayaran biasanya dilakukan 1 bulan ke depan," ungkapnya.
(hlz/hlz)


Komentar