Senin, 24 September 2018 | 10:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Trucking
Minggu, 27 September 2015 16:21

Pengusaha Trucking Tak Khawatir Persaingan dengan Angkutan Lain

Hery Lazuardi
(dephub.go.id)

JAKARTA - Pengusaha trucking tidak mengkhawatirkan persaingan dengan moda transportasi lain, seperti kereta api dan kapal laut, sebab truk tetap dibutuhkan untuk angkutan antarmoda dan pengiriman ke konsumen akhir.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Gemilang Tarigan mengatakan angkutan truk selalu mendominasi dalam sistem transportasi barang, termasuk di negara yang sudah maju sekalipun.

"Seperti di Belanda, trucking masih menguasai 65% angkutan barang, sementara angkutan melalui sungai sekitar 25% dan kereta api 10%," katanya, Jumat (25/9/2015).

Namun, kata Tarigan, angkutan truk di Belanda tidak rumit seperti di Indonesia karena didukung tata ruang yang jauh lebih baik.

Meskipun trucking menguasai 65% angkutan, lanjutnya, tidak semua kontainer diangkut melalui jalan raya dan masuk ke perkotaan karena sudah memiliki pusat-pusat distribusi.

"Jadi dari pelabuhan, truk langsung ke pusat distribusi untuk dikirim ke pabrik atau tujuan lain. Dari pabrik kemudian ke pusat distribusi lagi untuk kemudian diangkut truk ke pelabuhan," jelasnya.

Masalah trucking di Indonesia sehingga rumit, menurut Tarigan, karena pemerintah tidak konsisten mengatur tata ruang.

Kawasan industri belum tertata rapi dan banyak yang berada di perkotaan dan dekat permukiman, sehingga pengusaha angkutan pun mendirikan usaha di dekatnya.

Menanggapi rencana pemerintah menghidupkan kembali jalur kereta api di dalam Pelabuhan Tanjung Priok, Tarigan menyarankan untuk mengkajinya kembali.

Dia membantah pengusaha trucking khawatir pasar mereka akan tergerus oleh angkutan kereta pelabuhan. "Tujuannya mungkin baik, tetapi jika angkutan kereta itu direalisasikan bisa membuat macet di dalam pelabuhan dan dampaknya bisa sampai ke luar pelabuhan," ujarnya.
(hlz/hlz)


Komentar