Kamis, 26 April 2018 | 06:56 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Lepas Pantai
Kamis, 08 Oktober 2015 22:01

Menteri ESDM Tunjuk Konsultan Kaji Skenario Fasilitas Produksi Blok Masela

Translog Today
Blok Masela

JAKARTA - Menteri ESDM Sudirman Said memberikan waktu 2 bulan kepada konsultan independen untuk melakukan kajian, evaluasi, dan review guna mencari skenario fasilitas produksi yang paling tepat untuk Blok Masela.

Dengan demikian, keputusan mengenai blok yang dikelola oleh PT Inpex tersebut diharapkan sudah diperoleh sebelum akhir tahun ini.

"Kami sudah memutuskan ingin membuat diskusi lebih konstruktif. Lebih baik meminta bantuan konsultan ahli, mana yang lebih baik, menggunakan Floating LNG [FLNG] atau onshore," kata Sudirman Said dalam siaran pers, Kamis (8/10/2015).

Saat ini, lanjutnya, Ditjen Migas dan SKK Migas sedang menyusun TOR untuk penentuan konsultan independen berkelas dunia tersebut.

"Lebih baik terlambat sedikit, tetapi keputusannya betul-betul bebas dari subyektivitas. Kami akan menyewa konsultan internasional," kata Sudirman.

Kajian oleh konsultan independen sebetulnya telah dilakukan pada 2009. Namun, saat itu menggunakan skenario fasilitas produksi Floating LNG (FLNG) sebesar 2,5 MTPA.

SKK Migas mengajukan rekomendasi revisi PoD I Lapangan Abadi Blok Masela kepada Menteri ESDM pada 10 September 2015.

Rekomendasi ini merupakan tindak lanjut permohonan Inpex Masela Limited pada 12 September 2014 yang mengusulkan perubahan skenario fasilitas produksi FLNG dari 2,5 MTPA menjadi 7,5 MTPA.

Usulan ini diajukan Inpex karena setelah dilakukan pengeboran pada 2013-2014, cadangannya diidentifikasi jauh lebih besar yaitu 10,37 TCF.

"Kalau (FLNG) dipakai untuk 2,5 MTPA kurang ekonomis. Setelah dikaji lagi, Inpex mengusulkan FLNG ukuran 7,5 MTPA," jelas Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Berdasarkan kajian SKK Migas, secara teknis, waktu yang diperlukan untuk pengembangan Blok Masela di darat maupun laut relatif sama yaitu 45-50 bulan.

Selain itu, dari aspek ekonomi, berdasarkan perhitungan pada 2013, untuk pengembangan di darat dibutuhkan biaya US$19,3 miliar, sedangkan di laut investasinya US$14,8 miliar.

Blok Masela dengan operator PT Inpex Inpex Masela Limited memiliki luas area 4.291,35 km², terletak di Laut Arafura, sekitar 800 km sebelah timur Kupang, Nusa Tenggara Timur, atau sekitar 400 km di utara kota Darwin, Australia, dengan kedalaman laut 300-1000 meter. (hlz/hlz)


Komentar