Minggu, 20 Oktober 2019 | 23:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Kamis, 08 Oktober 2015 20:41

Terminal Teluk Lamong Layani Kapal Peti Kemas Rute Tiongkok-Indonesia-Korea

Hery Lazuardi
MV Lorentia sandar di Terminal Teluk Lamong (Pelindo III)

SURABAYA - Terminal Teluk Lamong (TTL), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kembali berhasil menggiring kapal internasional untuk sandar langsung ke terminal semi-otomatis itu tanpa melalui Singapura lagi, yakni untuk rute Tiongkok-Indonesia-Korea.

Keberhasilan anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III itu melengkapi rute pelayaran peti kemas Tiongkok-Indonesia yang sudah dilayani sejak Juli lalu.

Rute baru Tiongkok-Indonesia-Korea merupakan hasil kerja sama antara Terminal Teluk Lamong dengan tiga pelayaran besar milik Korea, yaitu Heung-A, CK Line, dan Sinokor.

Direktur Heung A-HASPUL Brown Koo datang langsung ke Surabaya untuk menghadiri acara pembukaan rute baru tersebut bersama Direktur Operasional dan Teknik TTL Agung Kresno Sarwono, Rabu (7/10/2015).

Pelayaran perdana menggunakan kapal MV Lorentia rute Pusan-Kwangyang-Shanghai- Shekou-Jakarta-Surabaya-Saigon-Shanghai, kemudian sandar di Terminal Teluk Lamong dengan muatan sekitar 650 boks peti kemas.

Kapal berbendera Liberia sepanjang 215,10 meter dan lebar 29,92 meter tersebut sandar pada Rabu (7/10/2015) bersamaan dengan acara pembukaan rute baru.

Perusahaan pelayaran asal Korea Heung-A, CK Line, dan Sinokor dijadwalkan melakukan pelayanan secara berkala setiap minggu di TTL.

Kedalaman alur yang dimiliki TTL menjadi daya tarik kuat bagi kapal internasional dengan kapasitas dan muatan besar untuk sandar.

MV Lorentia membutuhkan kedalaman maksimal 11,55 meter sehingga kedalaman alur TTL yang mencapai -16 meter LWS (low water spring) dapat menampung kapal dengan berat 37.900 ton tersebut.

Agung menjelaskan keberadaan TTL menjadi pemacu roda perekonomian dengan masuknya kapal-kapal berkapasitas besar sehingga dapat menekan biaya logistik nasional.

"Dengan konsep semi-otomatis yang dimiliki, kecepatan dan ketepatan menjadi hal yang dapat dijanjikan oleh Terminal Teluk Lamong terutama untuk melayani kapal-kapal internasional," kata Agung yang pernah menjabat Direktur Operasional di Busan New Port.

Dia mengatakan peran Pelindo III melalui TTL diharapkan semakin diperhitungkan di mata dunia menyusul pembukaan rute baru Tiongkok-Indonesia-Korea dengan menekan biaya logistik dan meningkatkan perekonomian bangsa.
(hlz/hlz)


Komentar