Jumat, 15 Desember 2017 | 03:46 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Logistik
Kamis, 22 Oktober 2015 23:48

Paket Kebijakan Ekonomi V Meluncur, Revaluasi Aset dan Real Estat Dapat Insentif Pajak

Translog Today
(repro)

JAKARTA -

Pemerintah kembali merilis Paket Kebijakan Ekonomi Tahap V, sesaat setelah Presiden Joko Widodo yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Kamis (22/10/2015).

Paket Kebijakan V terdiri dari 2 paket, yaitu terkait dengan revaluasi aset dan penghilangan pajak berganda.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, revaluasi aset sebenarnya dibutuhkan pelaku usaha tetapi tidak dimanfaatkan karena harus membayar pajak.

Oleh karena itu, pemerintah memberikan insentif berupa keringanan membayar pajak melalui paket kebijakan tersebut.

"Dengan demikian, perusahaan bisa melakukan revaluasi aset keseluruhan atau sebagian, bahkan perusahaan yang pembukuannya dalam dolar AS kini bisa melakukannya," kata Darmin saat pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi V.

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) mengenai pelaksanaan revaluasi aset ini segera diterbitkan pekan depan. Apabila revaluasi aset dilakukan sejak PMK terbit hingga 31 Desember, perusahaan akan mendapat fasilitas pajak lebih besar dibandingkan dengan dilakukan pada semester berikutnya.

Dalam Paket Kebijakan Ekonomi V, pemerintah juga menghilangkan pajak berganda yang selama ini dikeluhkan perusahaan real estat.

"Kalau dulu ada dua langkah sehingga pajaknya dobel, sekarang seperti di negara lain kemudian dibuat atau dianggap satu langkah sehingga pajak bergandanya hilang," kata Darmin.

Menurut Menko Perekonomian, kebijakan itu merupakan upaya pemerintah untuk memperdalam pasar modal dan kapitalisasi dari pasar modal. (hlz/hlz)


Komentar