Kamis, 22 Agustus 2019 | 19:17 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Senin, 26 Oktober 2015 20:42

Rusia Incar Kerja Sama di Industri Kapal, Pesawat Udara, Kereta Api

Translog Today
(bumn.go.id)

JAKARTA - Investor Rusia berminat masuk ke sejumlah industri sarana transportasi di Indonesia, khususnya perkapalan, pesawat udara, otomotif, alat berat, dan proyek rel kereta api di Kalimantan.

Minat Rusia itu diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Saleh Husin seusai menerima delegasi Rusia yang dipimpin Duta Besar Federasi Rusia di Indonesia Mikhail Galuzin di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (23/10/2015).

"Rusia ingin meningkatkan hubungan kedua negara di bidang ekonomi, khususnya investasi. Mereka ingin masuk ke industri perkapalan, baik penumpang maupun penangkap ikan. Juga pesawat udara, alat berat dan proyek rel kereta di Kalimantan," kata Menperin dalam siaran pers.

Menurut Saleh, peluang kerja sama dengan Rusia cukup besar apalagi jika melihat nilai perdagangan kedua negara yamg mencapai US$2,6 miliar pada 2014. Kedua negara juga memiliki kesamaan yaitu wilayah yang luas dan sumber daya alam melimpah serta pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.

Negeri Beruang Merah itu kini menduduki peringkat ekonomi terbesar ke-6 dunia dan diakui memiliki keunggulan di bidang riset dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan Indonesia dalam kerja sama bisnis ke depan.

"Kerja sama perusahaan Indonesia dan Rusia di industri manufaktur akan memperkuat peran kita di jaringan suplai global. Kemitraan ini membuka akses lebih luas di pasar komoditas dan investasi dunia," kata Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Achmad Sigit Dwiwahjono.

Direktur Industri Alat Transportasi Darat di Direktorat Jenderal ILMATE Kemenperin Soerjono menambahkan, delegasi Rusia juga ingin meramaikan bisnis otomotif, khususnya kendaraan roda empat dan alat berat.

"Ini menarik karena akan memeriahkan bisnis otomotif, sebab selama ini konsumen kita akrab dengan merek Jepang, Eropa, dan belakangan China," paparnya. Di sektor alat berat, produk Rusia dikenal dengan kekuatan dan ketahanannya.

Delegasi Rusia juga mengungkapkan rencana mereka menanamkan modal di proyek kereta api di Kalimantan. Mereka mengincar pula investasi di bidang kedirgantaraan dan perkapalan.

Saat ini sekitar 15.000 kapal, termasuk penangkap ikan, di Indonesia yang telah berusia 30 tahun ke atas dan separuhnya perlu diperbarui.

"Rusia tertarik ke bisnis galangan untuk replacement kapal tua, mereka juga menawarkan teknologi pemetaan posisi ikan berbasis satelit. Ini dapat menjawab keluhan nelayan yang kesulitan melacak ikan dengan presisi," kata Soerjono.

Pada pertemuan dengan Menperin, turut pula Dr Alexander Glubokov, pakar biologi dari All-Russia Research Institute of Fisheries and Oceanography serta perwakilan Irkut Corporation (industri pesawat terbang) dan United Shipbuilding Corporation (pembuatan, perbaikan dan pemeliharaan kapal).

Irkut berminat mengembangkan pesawat penumpang N219 produksi PT Dirgantara Indonesia. "Mereka memiliki konsep untuk kerja sama, joint-operation produksi pesawat PT DI. Ini peluang kita untuk mendapat teknologi baru, menambah nilai produk dan meningkatkan hubungan dengan perusahaan multinasional," kata Soerjono. (hlz/hlz)


Komentar