Minggu, 21 Juli 2019 | 09:52 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Senin, 09 November 2015 19:35

Pelindo I, III, IV dan Kemenhub Teken Perjanjian Konsesi Usaha Pelabuhan

Translog Today
(Pelindo III)

JAKARTA - Tiga BUMN kepelabuhanan yaitu PT Pelabuhan Indonesia I, PT Pelabuhan Indonesia III, dan PT Pelabuhan Indonesia IV menandatangani perjanjian konsensi pengusahaan pelabuhan dengan Kementerian Perhubungan melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, yakni Belawan, Tanjung Perak, dan Makassar.

Penandatangan perjanjian tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

"Konsesi atau perjanjian pemberian izin pengusahaan pelabuhan tersebut dimaksudkan bahwa pemerintah memberi hak kepada Pelindo I, III, dan IV sebagai Badan Usaha Pelabuhan atau operator pelabuhan," kata Menhub dalam keterangan pers.

Dengan demikian, Pelindo I, III, dan IV dapat melaksanakan pengusahaan pelabuhan pada terminal dan fasilitas pelabuhan yang berada di area konsesi.

Pengusahaan tersebut berdasarkan Rencana Induk Pelabuhan atau sesuai dengan yang diatur dalam perjanjian konsesi. Penandatanganan perjanjian konsesi ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, terutama Pasal 92.

Direktur Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan perjanjian konsesi memberikan kepastian hukum atas kegiatan pengusahaan jasa kepelabuhanan yang dilakukan oleh Badan Usaha Pelabuhan, dalam hal ini Pelindo.

"Adanya kepastian hukum membuat entitas usaha dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengguna jasa dan efisiensi kegiatan pengusahaan di pelabuhan," katanya.

UU Pelayaran mengamanatkan reformasi pelabuhan dalam beberapa fokus, seperti penghapusan monopoli, penciptaan kesempatan yang lebih luas untuk investasi di sektor pelabuhan, penciptaan kompetisi yang sehat dalam pelabuhan dan antarpelabuhan, serta pemisahan yang jelas antara regulator dan operator.

Menhub mengatakan kerja sama tersebut dapat meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan kepada pemangku kepentingan guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan kompetisi yang sehat, dan meningkatkan profesionalisme.

Menurut Djarwo, Pelindo III terus meningkatkan pelayanannya kepada pengguna jasa. Belum lama ini, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menambah peralatan baru untuk mempercepat aktivitas bongkar muat, di antaranya dua Ship To Shore (STS) Crane di Terminal Nilam dan dua Grab Ship Unloader di Terminal Teluk Lamong.

"Pelindo III juga membangun terminal penumpang kapal laut modern pertama di Indonesia, yakni Terminal Gapura Surya Nusantara yang dilengkapi dengan fasilitas garbarata dan ruang tunggu senyaman bandara," ujarnya.

Tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ungkapnya, Pelindo III berencana menambah dua unit STS Crane di Terminal Peti kemas Semarang (TPKS).

Kedua crane baru tersebut akan tiba di Pelabuhan Tanjung Emas pada akhir tahun ini. Terminal Peti Kemas Banjarmasin (TPKB) juga akan menambah empat unit STS Crane. Sementara itu dua unit crane dari TPKB akan direlokasi untuk meningkatkan kinerja di Pelabuhan Bagendang, Sampit. (hlz/hlz)


Komentar