Kamis, 19 September 2019 | 03:11 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Selasa, 10 November 2015 20:16

Pemerintah Kembangkan Kapal Pengangkut Ternak

Hery Lazuardi
Presiden Jokowi saat meninjau kapal ternak di Kab. Bangkalan (setkab)

MADURA - Pemerintah akan membangun kapal pengangkut ternak untuk daerah lain yang menjadi basis peternakan sapi, selain di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Rencana itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meresmikan kapal pengangkut ternak di galangan kapal PT Adiluhung Saranasegara Indonesia di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (10/11) siang.

"Yang namanya angkutan ternak ini sangat kita perlukan untuk melancarkan arus distribusi barang, melancarkan arus distribusi ternak dari suatu provinsi ke provinsi yang lain, dari satu pulau ke pulau yang lain, dari satu kota ke kota yang lain," katanya seperti dikutip setkab.go.id.

Di galangan kapal tersebut, Presiden meresmikan kapal khusus pengangkut ternak KM Camara 1, Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 56 dan Kapal Perintis Tipe 750 DWT KM Sabuk Nusantara 55.

Jokowi berharap kapal khusus pengangkut ternak bisa melayani angkutan ternak dengan baik, sehingga distribusi logistik nasional akan berjalan dengan baik dan harga bisa turun karena menggunakan angkutan laut yang murah.

"Tadi Menteri Perhubungan menyampaikan, tahun ini 200 kapal, tahun depan 160 kapal lagi, tahun depannya, tahun tambahannya seperti ini 160, 200, 160, 200," jelas Presiden.

Saat ditanya wartawan mengenai pengaruh pengadaan kapal pengangkut ternak itu terhadap kapal-kapal kayu produksi rakyat, Presiden mengatakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memesan sekitar 3.600 kapal, termasuk kapal kayu. Kapal-kapal ini rencananya diserahkan kepada nelayan kecil.

"Yang besar di BUMN. Saya lihat di Batam pesan tanker dari Pertamina. Artinya kapal seperti itu mampu, kapal ternak mampu, feri juga mampu. Kemampuan galangan kapal kita tidak usah diragukan," tegas Jokowi.

Menurut Presiden, selama ini Indonesia selalu dalam hal biaya angkutan. Sapi dari Australia bisa masuk ke Jakarta dengan harga bersaing dengan sapi lokal karena biaya transportasinya sangat murah.

"Kita kalah di transportasi dari provinsi ke provinsi yang masih sangat mahal. Ini yang kita targetkan agar satu per satu bisa kita selesaikan," tutur Jokowi.

Menhub Ignatius Jonan mengatakan dengan peluncuran KM Sabuk Nusantara 56 berarti Indonesia memiliki 56 kapal perintis. "Yang lebih menarik lagi, kapal ternak pertama yang pernah dijalankan dan dibuat di Indonesia," ucap Jonan.

Kapal ini mampu mengangkut 500 sapi dengan melayani trayek Kupang-Bima-Tanjung Perak -Tanjung Emas-Bima-Kupang. "Kapal ternak harus mengiuti standar dunia. Kapal itu harus menjamin ternak tidak boleh stres, tertekan dan diberi ruang gerak," kata Jonan. (hlz/hlz)


Komentar