Selasa, 19 November 2019 | 01:40 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Kamis, 19 November 2015 21:51

Johnson W. Sutjipto Lantik DPP INSA Periode 2015-2019

Hery Lazuardi
Suasana pelantikan pengurus DPP INSA 2015-2019 (TranslogToday)

JAKARTA - Ketua Umum Indonesia National Shipowners' Association (INSA) terpilih Johnson W. Sutjipto akhirnya melantik Dewan Pengurus Pusat asosiasi perusahaan pelayaran nasional itu untuk periode kepengurusan 2015-2019, Kamis (19/11/2015).

Pelantikan itu dilakukan 3 bulan setelah Johnson memenangkan pemilihan Ketua Umum INSA dalam Rapat Umum Anggota (RUA) INSA ke-16 pada 20-21 Agustus 2019. Pada pemilihan yang diikuti dua kandidat tersebut, Johnson meraih 386 suara, sedangkan Carmelita Hartoto mendapatkan 363 suara.

Namun, pihak Carmelita menolak hasil perhitungan suara tersebut sehingga diambilalih oleh tim Care Taker DPP INSA, yang akhirnya menetapkan Johnson ditetapkan sebagai Ketua Umum pada 11 September 2015.

Johnson mengatakan pelantikan pengurus INSA dilakukan setelah susunan pengurus lengkap dan seluruh pengurus memenuhi syarat sesuai dengna AD/ART organisasi.

"Setelah pelantikan, pengurus langsung bekerja melayani keanggotaan dan keorganisasian. Jangan ada pengurus yang membuat susah anggota. Urusan keanggotaan harus mudah dan cepat," tegasnya.

Kepengurusan INSA periode 2015-2019 diisi oleh enam penasihat, lima wakil ketua umum dan sejumlah bidang. Para wakil ketua umum adalah Bambang Ediyanto, Danang Baskoro, Paulis A. Djohan, Djoni Sutji dan Tedy Yusaldi dengan Sekretaris Umum Lolok Sujatmiko dan Bendahara Umum Siana A. Surya.

Dalam kepengurusan DPP INSA ini juga dibentuk Bidang Angkutan Crude Palm Oil (CPO), Bidang Offshore Khusus, Bidang Angkutan Perintis yang berdiri sendiri dan Bidang Floating Crane yang merupakan bidang baru dalam kepengurusan INSA.

Sekretaris Umum INSA Lolok Sujatmiko mengatakan penambahan bidang organisasi dilakukan berdasarkan perkembangan anggota, persoalan yang berkembang di industri dan kebutuhan organisasi agar pelayanan keanggotaan dan keorganisasian dapat lebih maksimal ke depannya.

Seperti contoh, lanjutnya, penambahan Bidang Angkutan CPO dilakukan untuk merespons percepatan penggunakan kapal nasional di bidang ini mengingat Indonesia merupakan salah satu eksportir CPO terbesar dunia.

"Dengan bidang khusus ini, kami berharap pelayanan kepada anggota dan kontribusi INSA kepada pembangunan nasional menjadi optimal," kata Lolok.
(hlz/hlz)


Komentar