Rabu, 20 November 2019 | 15:58 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Sabtu, 28 November 2015 12:51

Indonesia Terpilih Lagi Menjadi Anggota Dewan IMO Kategori C

Translog Today
Delegasi Indonesia dalam Sidang ke-29 IMO Assembly di London (Setkab)

LONDON -

Indonesia berhasil terpilih kembali sebagai Anggota Dewan International Maritime Organization (IMO) Kategori C periode 2015-2017 dalam Sidang ke-29 IMO Assembly di Kantor Pusat IMO di London, Inggris.

Dengan posisi tersebut, posisi tawar Indonesia di sektor kemaritiman global diharapkan semakin kuat sekaligus mendukung program poros maritim dunia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Sidang IMO ke-29 dihadiri oleh 171 negara dan Indonesia kembali mengajukan diri dalam pemilihan Anggota Dewan IMO yang termasuk agenda sidang pada 23-27 November 2015 di London.

Tim Sekretariat Kabinet yang dipimpin oleh Deputi Bidang Kemaritiman Ratih Nurdiati berkontribusi sebagai tim pelobi negara-negara mitra seperti Rusia, Selandia Baru, Palau, Montenegro, Libya, Kiribati, dalam rangka pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan IMO Kategori C.

Sejumlah persiapan dan lobi sudah dilakukan, salah satunya dilakukan oleh Setkab dengan berkontribusi dalam percepatan aksesi Konvensi Ballast Water Management, yang telah ditetapkan dengan Peraturan Presiden No. 132 Tahun 2015 tentang Pengesahan Konvensi Internasional Untuk Pengendalian dan Manajemen Air Ballas Dan Sedimen Dari Kapal, 2004. Piagam notifikasinya telah diserahkan kepada Sekretaris Jenderal IMO pada 24 November 2015.

Sidang ke-29 IMO Assembly di London menetapkan negara-negara anggota sebagai Anggota Dewan IMO Kategori A, B, dan C.

Sebanyak 10 anggota Dewan IMO Kategori A yang beranggotakan 10 negara yang memiliki peranan dan kepentingan dalam layanan pelayaran internasional, yaitu China, Yunani, Italia, Jepang, Norwegia, Panama, Korea, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Adapun 10 anggota Dewan IMO Kategori B yang memiliki kepentingan terbesar dalam international seaborne trade, yaitu Argentina, Bangladesh, Brazil, Kanada, Prancis, Jerman, India, Belanda, Spanyol, Swedia.

Untuk Dewan IMO Kategori C dipilih 20 negara anggota yang memiliki peran terbesar dalam bidang transportasi maritim dan merepresentasikan kawasan geografis utama di dunia, yaitu Singapura 145 suara, Turki 137 suara, Malta 136 suara, Australia 132 suara, Siprus 132 suara, Peru 131 suara, Mesir 130 suara, Kenya 128 suara, Indonesia 127 suara, dan Afrika Selatan 127 suara.

Selain itu, Maroko 126 suara, Denmark 125 suara, Chile 126 suara, Bahamas 124 suara, Belgia 123 suara, Meksiko 122 suara, Malaysia 120 suara, Filipina 115 suara, Liberia 114 suara, dan Thailand 112 suara.

Negara-negara yang mencalonkan diri namun tidak lolos dalam kategori C antara lain Jamaika (110 suara), Arab Saudi (99 suara) dan Iran (82 suara). Dari data tersebut diketahui bahwa semua negara anggota ASEAN yang mencalonkan diri berhasil masuk dalam kategori C.

Dewan yang terpilih tersebut merupakan organ eksekutif IMO dan akan melakukan Sidang Dewan Perdana pada 30 November 2015 - 2 Desember 2015 untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua periode 2015-2017.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di persimpangan dua samudera, Pasifik dan Hindia serta dua benua, Asia dan Australia, secara geografis terletak pada rute pelayaran internasional yang strategis dan merupakan pintu gerbang perekonomian global.

Indonesia aktif berpartisipasi dalam aktivitas IMO sejak menjadi anggota pada 1961. Indonesia pun berkomitmen memenuhi standar IMO terkait dengan keamanan, terutama faktor sumber daya manusia.

"Salah satunya dengan berpartisipasi aktif dalam pelatihan dan edukasi maritim. Hal ini penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah penumpang terbesar kedua di dunia melalui jalur laut," ujarnya dalam general statement pada Sidang ke-29 IMO Assembly di London, Jumat (27/11/2015) waktu setempat.

Indonesia mengajukan diri menjadi anggota dewan IMO kategori C berdasarkan perwakilan geografis. Target untuk masuk kategori B berdasarkan besarnya industri perhubungan laut akan dilakukan pada 2017.

Menhub menjelaskan Presiden Jokowi memberikan perhatian besar terhadap pembangunan kemaritiman. "Proyek Tol Laut, merupakan salah satu bentuk dukungan konkret pemerintah Indonesia untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujarnya dalam siaran pers Setkab, Sabtu (28/11/2015).

Dia menilai terpilihnya kembali Indonesia sebagai anggota Dewan IMO merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi masyarakat internasional terhadap peran aktif dan kontribusi positif Indonesia dalam berbagai kegiatan IMO di seluruh dunia.

Keanggotaan Indonesia pada Dewan IMO juga memberikan peluang yang lebih besar bagi Indonesia untuk terus memainkan peran penting dan melaksanakan berbagai komitmen, khususnya dalam khususnya dalam bidang keamanan dan keselamatan pelayaran serta perlindungan lingkungan laut.

Organisasi Maritim Internasional atau International Maritime Organization (IMO) yang berpusat di London dulunya dikenal sebagai Inter-Governmental Maritime Consultative Organization (IMCO), didirikan pada 1948 melalui Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mengkoordinasikan keselamatan maritim internasional dan pelaksanaannya.

IMO mempromosikan kerja sama antar pemerintah dan antar industri pelayaran untuk meningkatkan keselamatan maritim dan untuk mencegah polusi air laut.

IMO didukung oleh sebuah kantor sekretariat yang para pegawainya adalah wakil-wakil dari para anggota IMO sendiri. Sekretariat terdiri atas seorang Sekretaris Jendral yang secara berkala dipilih oleh Majelis, dan berbagai divisi termasuk Inter-Alia, Keselamatan Laut (Marine Safety), Perlindungan Lingkungan dan sebuah seksi Konferensi. (hlz/hlz)


Komentar