Rabu, 20 November 2019 | 15:58 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Kamis, 03 Desember 2015 11:20

50 Unit Kapal Tol Laut Siap Dibangun

Translog Today
(Tol Laut)

JAKARTA - Untuk mendukung program Tol Laut, 50 kapal perintis dan tiga kapal perambuan mulai dibangun di galangan kapal dalam negeri. 

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Capt. Bobby R. Mamahit melakukan Peletakan Lunas (Keel Laying) untuk kapal-kapal tersebut di Galangan Kapal PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya, Selasa (2/12/2015).

Pembangunan 50 unit kapal perintis dan tiga unit kapal induk perambuan tersebut dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun Anggaran 2015-2017 dengan total dana Rp3.451.098.564.198.

Adapun perincian anggaran untuk pengadaan kapal perintis dan kapal induk perambuan yakni 25 unit kapal tipe 2000 GT dengan nilai kontrak 1.842.089.096.658 dengan waktu pembangunan selama 25 bulan.

Kapal perintis tipe 2000 GT memiliki panjang ± 68,5 meter, lebar ± 14 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 566 orang;

Sebanyak 20 unit kapal tipe 1200 GT dengan nilai kontrak Rp1.079.041.185.540 dengan waktu pembangunan selama 25 bulan; Kapal perintis tipe 1200 GT memiliki panjang ± 62,8 meter, lebar ± 12 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 400 orang;

Sebanyak 5 unit kapal tipe 750 DWT dengan total nilai kontrak Rp160.287.927.000 dengan waktu pembangunan selama 25 bulan.

Kapal perintis tipe 750 DWT memiliki panjang 58,5 meter, lebar 12 meter, kecepatan 12 knot, dan kapasitas penumpang 265 orang;serta 3 unit kapal induk perambuan dengan nilai kontrak Rp369.680.355.000 dengan jangka waktu selama 660 hari kalender.

Kapal induk perambuan memiliki panjang 60 meter dengan kecepatan 12 knot. Kapal perambuan ini akan ditempatkan di Makasar, Sorong dan Bitung.

Bobby mengatakan pembangunan kapal perintis ini dilakukan dalam rangka mengimplementasikan Program Tol Laut yaitu untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, meningkatkan konektivitas antarpulau di daerah terpencil, terdalam dan terluar, serta untuk menjamin tersedianya kebutuhan bahan pokok dan tumbuhnya pusat-pusat perdagangan dan industri. Adapun pembangunan kapal induk perambuan untuk mewujudkan keselamatan pelayaran di perairan Indonesia. 

"Kapal-kapal ini direncanakan untuk menunjang tugas Ditjen Perhubungan Laut di bidang kenavigasian seperti pemasangan dan pemeliharaan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), mengantar gilir tugas dan perbekalan penjaga menara suar, serta membantu tugas SAR dalam melakukan pencarian," kata Dirjen Hubla seperti dikutip dephub.go.id.

Penandatanganan kontrak pembangunan kapal perintis telah dilaksanakan pada 23 Oktober 2015 dan 2 November 2015 , sedangkan penandatanganan kontrak pembangunan kapal induk perambuan dilaksanakan pada 7 Oktober 2015. (hlz/hlz)


Komentar