Minggu, 24 Juni 2018 | 22:02 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Minggu, 06 Desember 2015 13:57

Cegah Kecelakaan, Operator Transportasi Perlu Di-Fit and Proper Test

Hery Lazuardi
(repro)

JAKARTA - Pemerintah seharusnya melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap pelaku usaha transportasi sebelum diizinkan mengelola perusahaan guna memastikan kemampuan mereka memenuhi standar keamanan dan pelayanan.

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengatakan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, wajib memastikan perusahaan bidang transportasi sanggup memenuhi standar keamanan dan pelayanan karena menyangkut kepentingan rakyat yang sangat vital.

"Transportasi merupakan kebutuhan mendasar rakyat. Tidak hanya menyangkut keselamatan atas barang dan uang dalam jumlah sangat besar, tetapi juga nyawa yang tidak ternilai harganya," tegasnya, Minggu (6/12/2015).

Dia mengatakan pelaku usaha di bidang transportasi harus memiliki basis pendidikan yang benar-benar mendukung kebutuhan transportasi. "Mereka harus mengerti manajemen transportasi, baik keselamatan/keamanan, operasional, maupun pelayanan/kenyamanan."

Kementerian Perhubungan, lanjut Bambang, harus mensosialisasikan terus-menerus semua standar dan regulasi kepada operator sehingga menjadi operator yang andal.

Kemenhub juga harus menggandeng pemerintah daerah dalam membina dan memastikan kualitas sumber daya manusia, alat produksi, dan permodalan semua perusahaan transportasi di seluruh wilayah Indonesia.

"Hal ini penting untuk mencegah kecelakaan dan memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pemerintah jangan hanya reaktif ketika sudah terjadi kecelakaan dan jatuh korban jiwa, tetapi harus serius mencegahnya," ujar Bambang.

Menurut dia, sekor transportasi merupakan darah dari perekonomian karena tidak hanya penyelamat barang dan nyama publik, tetapi juga menopang semua kegiatan ekonomi sekaligus menjaga keutuhan wilayah NKRI.

Bambang menilai sektor transportasi lebih krusial dibandingkan dengan perbankan tetapi kurang mendapat perhatian dari pemerintah.

"Transportasi tidak hanya menyangkut barang dan uang dalam jumlah besar, tetapi juga nyawa. Tetapi pelaku usaha transportasi tidak di-fit and proper test, sedangkan perbankan sangat ketat dalam hal ini," ungkapnya.

Sebagai gambaran, ungkap Bambang, transportasi laut mengangkut sekitar 15 juta penumpang dan 115 miliar ton barang, transportasi darat sekitar 500 juta penumpang dan 35 miliar ton barang, dan transportasi udara 10 juta penumpang dan 300.000 ton barang setiap tahun.
(hlz/hlz)


Komentar