Minggu, 21 Juli 2019 | 09:56 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Minggu, 06 Desember 2015 18:56

Pelindo IV Gandeng SITC Buka Direct Call Makassar-Hong Kong

Translog Today
(repro/SITC)

MAKASSAR -

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) membuka jalur pelayaran langsung internasional (direct call) Makassar-Hong Kong dan Makassar-Dili melalui Terminal Petikemas Makassar (TPM), ditandai dengan pengiriman komoditas ekspor sebanyak 300 TEUs.

GM Terminal Petikemas Makassar Pelindo IV Muhammad Basir mengungkapkan direct call dengan menggunakan sistem pembukaan jalur pengiriman logistik di TPM tersebut guna memangkas biaya pengiriman, baik di domestik maupun luar negeri.

Dia berharap direct call akan menjadi solusi pemangkasan biaya pengiriman logistik yang cukup mahal selama ini, termasuk menghilangkan double handling atau ditangani berganda.

"TPM telah menandatangani nota kesepahaman dengan pelayaran internasional di bawah naungan SITC Container Lines Co Ltd sebagai bagian dari solusi mengefesienkan anggaran," kata Basir saat peresmian direct call tersebut, Sabtu (5/12/2015).

SITC Container Lines merupakan perusahaan pelayaran internasional yang berpusat di Hong Kong. Pada direct call perdana dari TPM, perusahaan itu akan menggunakan kapal berkapasitas 1.000 TEUs (twenty foot equivalent unit).

Menurutnya, selama ini biaya pengiriman ke luar negeri cukup mahal karena harus melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Priok Jakarta, selanjutnya baru diekspor ke negara Asia, termasuk Hong Kong dan Manila.

"Kami akan berusaha pelayaran langsung ini rutin dilakukan sekali dalam seminggu dengan rute Pelabuhan Makassar-Jakarta-Bututu-Manila- Batangas, Hongkong-Shekou-Manila serta Cebu," ujarnya dalam siaran pers.

Dia juga berharap direct call akan meningkatkan daya saing produk yang akan diekspor dari TPM. Selama ini, tuturnyba, biaya untuk mengirim barang dari TPM ke luar negeri cukup besar, mencapai US$140 per TEUs per kointainer.

"Inilah yang menjadi persoalan selama ini. Oleh sebab itu, kami berharap dengan penjajakan kerja sama ini, biaya pengiriman akan terpangkas hingga 15% karena langsung ke negara tujuan," ujarnya.

Dia merinci, pengelolaan kointaner untuk ekspor ke luar negeri per bulan bisa mencapai 2.000 sampai 2.500 TEUs. Adapun bongkar muat barang domestik bisa mencapai 1.200 TEUs dengan jumlah call per bulan mencapai 600 hingga 800 call.

Jika ditotal, lanjut Basir, seluruh bongkar muat ekspor dan impor di TPM sekitar 45.000 hingga 50.000 TEUs per bulan. Sementara itu, kunjungan kapal di TPM bisa mencapai 100 - 120 call. Dengan jumlah ini, TMP bisa menargetkan pengelolaan anggaran Rp380 miliar.

Dengan penerapan direct call, dia berharap bisa mengurangi biaya hingga US$120 per kontainer sehingga harga komoditas akan bersaing dan ekspor Sulsel ikut meningkat.

Untuk mendukung upaya tersebut, pihaknya menyiapkan peralatan pendukung di TPM berupa dua alat transtainer baru. Dari sisi kapasitas bongkar muat, TPM memiliki panjang dermaga 1.360 meter yang dilengkapi dengan 7 unit container crane (CC), serta 18 unit rubber tyred gantry (RTG).

Pada April 2014, Pelindo IV juga membuka direct call di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, bekerja sama dengan perusahaan pelayaran Maersk Line.

Jalur direct call yang dilewati Maersk Line adalah Papua New Guinea melalui Port Moresby, Port Noro, LAE. Kemudian masuk ke Bitung dan terakhir di Tanjung Pelepas, Malaysia. (hlz/hlz)


Komentar