Jumat, 19 Juli 2019 | 06:54 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Senin, 14 Desember 2015 19:41

KA Bandara Soetta Ditargetkan Beroperasi Semester I/2017

Translog Today
(Setkab)

JAKARTA - Jalur Kereta Bandara Soekarno Hatta-Stasiun Manggarai, Jakarta, ditargetkan siap beroperasi pada semester I/2017, menyusul tuntasnya pembebasan lahan proyek itu pada Februari 2016.

Saat ini jalur yang dibangun sejak awal 2015 itu tinggal 12 km, yakni dari Stasiun Batuceper ke Bandara Sukarno-Hatta Cengkareng.

Untuk memastikan kelanjutan proyek tersebut, Presiden Joko Widodo secara mendadak meninjau lokasi pembangunannya di kawasan Bandar Udara (Bandara) Soekarno Hatta, Senin (14/12/2015) sore.

Setelah jalur kereta ini beroperasi, perjalanan dari Stasiun Manggarai ke Bandara Sukarno-Hatta diperkirakan bisa ditempuh dalam waktu 40 menit saja. Jalur dari pusat kota ke bandara biasanya sangat macet bila ditempuh dengan kendaraan roda empat.

"Ini merupakan solusi kemacetan dari kota menuju ke bandara. Ke depan, tidak hanya Jakarta yang memiliki jalur kereta api dari kota ke bandara, tapi kota-kota yang padat harus memiliki jalur kereta api seperti ini," kata Presiden seperti dikutip setkab.go.id.

Saat meninjau jalur kereta api itu, Presiden didampingi oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Ferry Mursyidan Baldan, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Menhub menjelaskan, dari 12 km rel yang dibangun dari Stasiun Batuceper ke Stasiun Bandara Soetta, 6 km di antaranya merupakan tanah milik PT Angkasa Pura II. Adapun 6 km lagi didapat dari pembebasan lahan masyarakat, yang sebagian besar sudah tuntas.

Menurut Jonan, nilai investasi proyek ini mencapai Rp2,5 triliun. Jenis kereta yang akan digunakan sama seperti yang beroperasi di jalur Bandara Kualanamu-Medan.

Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN menyebutkan pembebasan lahan yang masih menemui kendala berada di Kecamatan Tanah Tinggi sepanjang 1 km, tetapi sudah diselesaikan.

"Lahan lainnya adalah lahan yang menempel di JORR II, tetapi semua sedang proses konsolidasi. Pada 8 Ferbruari nanti diharapkan selesai," ujarnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmono menambahkan salah satu pendekatan yang dilakukan dalam pembebasan lahan adalah setiap satu keluarga yang tanahnya terkena pembebasan lahan, perseroan memberikan kesempatan kepada satu anggota dari keluarga itu untuk menjadi karyawan KAI.

Edi menyebutkan ada sekitar 815 bidang tanah yang harus dibebaskan. "Kami berasumsi ada 800 kepala keluarga," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar