Rabu, 15 Agustus 2018 | 20:28 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Galangan Kapal
Jumat, 18 Desember 2015 21:45

5 Galangan Bangun 6 Kapal Ro-Ro Kemenhub Rp170 Miliar

Hery Lazuardi

JAKARTA - Kementerian Perhubungan meresmikan peletakan lunas (keel laying) enam kapal penyeberangan penumpang jenis roll on-roll off (ro-ro) senilai Rp170 miliar kepada lima galangan kapal nasional.

Acara digelar di galangan PT Daya Radar Utama (DRU), Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (18/12/2015). DRU merupakan salah satu perusahaan yang menerima kontrak pengerjaan kapal ro-ro tersebut.

Selain DRU, galangan yang mendapatkan proyek itu adalah PT Sarana Samudera Pacific (SSP), PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI), PT Daya Dadar Utama (DRU), PT Dok Bahari Nusantara (DBN), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) (IKI).

Menurut Direktur Lalu Lintas Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (LLASDP) Kemenhub Eddy Gunawan, kapal-kapal itu akan dioperasikan di beberapa lintasan baru di daerah terpencil dan terluar sehingga tidak terisolasi lagi.

"Pemerintah berharap daerah-daerah itu bisa dilayani, baik untuk angkutan penumpang maupun barang," katanya pada upacara keel laying di galangan DRU.

Tahun ini, ungkap Eddy, Kemenhub sebenarnya membangun tujuh unit kapal ro-ro dari berbagai jenis dengan nilai kontrak fisik dan pengawasan Rp272,8 miliar.

Namun, satu unit kapal ro-ro ukuran 2000 gross tonnage (GT) untuk lintasan Paciran (Lamongan)-Bahaur masih dalam proses penetapan pemenang oleh Menteri Perhubungan karena nilai kontraknya di atas Rp100 miliar.

Kemenhub menargetkan peletakan lunas kapal 2000 GT itu dapat dilakukan sebelum akhir tahun sehingga penyerapan anggaran 2015 dapat dimaksimalkan.

Berdasarkan data Kemenhub, DRU akan membangun dua kapal ro-ro 500 GT yakni untuk lintasan Babang-Saketa dan lintasan Saumlaki Adaut-Letwurung, Maluku, masing-masing dengan nilai kontrak Rp29 miliar.

Sementara itu,ASSI menggarap kapal ro-ro 200 GT untuk Kabupaten Mimika, Papua senilai Rp19 miliar, dan DBN membangun kapal 300 GT lintasan Pulau Laut Timur- Sebuku senilai Rp25 miliar.

Adapun SSP akan membangun kapal 600 GT untuk lintasan Tual- Air Nanang, Maluku, bernilai kontrak Rp33 miliar, dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero) mengerjakan kapal 750 GT senilai Rp35 miliar lintasan Kupang-Ndao, NTT.
(hlz/hlz)


Komentar