Kamis, 14 November 2019 | 02:38 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Senin, 21 Desember 2015 17:47

INSA: Pelayaran Nasional Diprediksi Stagnan 2016

Hery Lazuardi
Kapal tug and barge (Translogtoday)

JAKARTA - Angkutan laut kargo umum dan kontaiiner di dalam negei diprediksi sedikit membaik pada tahun depan seiring dengan mulai direalisasikannya proyek-proyek infrastruktur dalam APBN 2016. Namun, angkutan komoditas belum pulih akibat penurunan harga minyak mentah dunia.

Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto  memproyeksikan angkutan general cargo dan kontainer membaik pada 2016 sehingga membantu kinerja industri pelayaran nasional.yang masih menghadapi ketidakpastian ekonomi.

"Secara umum, industri pelayaran masih relatif stagnan pada tahun depan. Angkutan komoditas belum akan membaik karena harga minyak mentah sangat rendah," katanya, Senin (21/12/2015).

Menurut dia, kapal angkutan komoditas seperti batu bara dan lepas pantai (off shore) kesulitan mendapatkan muatan di tengah rendahnya harga minyak, kecuali angkutan crude palm oil (CPO) yang kemugkinan sedikit bergairah.

Muatan kapal angkutan CPO kembali meningkat seiring dengan program pengembangan bahan bakar alternatif biodiesel oleh pemerintah melalui PT Pertamina.
 
Johnson mengatakan kapal jenis tug and barge dan off shore sebagian besar belum dapat beroperasi karena kebutuhan terhadap batu bara, baik domestik maupun ekspor, sangat rendah.  "Ribuan kapal menganggur akibat tidak mendapat muatan dalam beberapa bulan terakhir," ujarnya.

Sebagai gambaran, ungkapnya, sekitar 800 kapal menganggur di sepanjang Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, sejak anjloknya sektor tambang dan mineral. Di Singapura, lanjutnya, puluhan kapal off shore milik pengusaha Indonesia juga menganggur beberapa bulan terakhir.

"Angkutan batu bara dan mineral berhenti sehingga kapal tidak mendapat muatan. Di Sungai Mahakam saja, ada 800 kapal parkir karena nganggur tetapi harus membayar sewa dan upah kru. Kapal-kapal itu terancam menjadi besi tua," katanya. (hlz/hlz)


Komentar