Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Senin, 18 Januari 2016 14:12

Kemenhub Teken Kontrak Kegiatan Strategis Rp14,2 Triliun

Hery Lazuardi
(dephub.go.id)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan dan sejumlah kontraktor pelaksana proyek menandatangani Kontrak Kegiatan Strategis Tahun Anggaran 2016 yang terdiri dari 12 paket kegiatan senilai Rp14,242 triliun.

Penandatanganan kontrak kegiatan itu disaksikan oleh Presiden Joko Widodo di kantor Kemenhub Jakarta, Senin (18/1/2016), didampingi oleh Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Dua belas kegiatan strategis itu terdiri dari 2 kegiatan di subsektor perhubungan darat, 4 kegiatan di subsektor perhubungan laut, 3 kegiatan di subsektor perhubungan udara, 2 kegiatan di subsektor perkeretaapian, dan 1 kegiatan pengembangan sumber daya manusia perhubungan.

Penandatanganan 12 kontrak kegiatan strategis itu dimaksudkan untuk mendorong percepatan pembangunan bersifat strategis, yaitu yang merupakan prioritas nasional, multiyear contract, subsidi/keperintisan, pengerukan, kegiatan yang dihibahkan, dan pinjaman hibah luar negeri (PHLN).

Adapun 12 paket yang ditandatangani yakni:

1. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan segmen R.53.008 pada satker Perhubungan Darat Provinsi Sulbar di Mamuju, Sulawesi Barat dengan kontraktor PT Buana Energy Prima;

2. Subsidi Operasional Angkutan Jalan pada Satker Perhubungan Darat Provinsi Lampung dengan kontraktor Perum DAMRI cabang Bandar Lampung;

3. Subsidi Angkutan Laut Perintis/5 Trayek Kontrak subsidi perintis/penugasan dengan rincian trayek:

a) Ambon-Geser-Manawoka/Amarasikaru-Gorom/Ondor-Kesui-Tior-Kaimer-P. Kur-P.Toyando-Tual-Dobo- Banda-Amahai-Ambon di Ambon, Maluku dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

b) Ambon-Tual-Elat-Molu-Larat-Rumean-Tutukembong-Saumlaki-Adaut-Seira-Dawera/Dawelor-Kroing- Marsela-Saumlaki-Tutukembong Rumean-Laray-Molu-Elat-Tual-Ambon di Ambon, Maluku dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

c) Ambon-Amahai-Serua-Nila-Teon-Bebar-Wulur-Tepa-Lelang/Mahalela-Luang-Lakor-Moa-Leti-Wonreli- Kisar-Arwala/Sutilarang-Ilwaki-Upisera-Kupang di Ambon, Maluku dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

d) Ambon-Werimana/Bemo-Kelmuri-Geser-Gorom/ondor-Fakfak-Bula-Kobisadar-Wahai-Fafanlaf- Waigama/Misol-Sorong di Ambon, Maluku dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

e) Ambon-Bebar-Wulur-Romang-Kisar-Leti-Moa-Lakor-Luang-/P.Tamta-Lelang-/Elo-tepa-Lewa/Dai- Dawera/Dawelor-Kroing-Marsela-Saumlaki di Ambon, Maluku dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

4. Subsidi Angkutan Ternak Kupang-Bima-Tg. Perak-Tg. Emas-Cirebon di Kupang, NTT dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

5. Subsidi Angkutan Laut dalam rangka penyelenggaraan tol laut di Surabaya Jawa Timur dan di Jakarta dengan kontraktor PT Pelni (Persero);

6. Repowering KN. Merak, Kantor Distrik Navigasi Kelas 1 Bitung di Bitung, Sulawesi Utara dengan kontraktor PT Putindotrasa Wisesa;

7. Konstruksi perluasan landasan pacu dari 2.060 m x 45 m menjadi 2.500 m x45 m pada Bandara Domine Eduard Osok Sorong di Sorong, Papua Barat dengan kontraktor PT kam;

8. Perluasan Gedung Terminal bandara Radin Inten Lampung, Lampung dengan kontraktor PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.

9. Pekerjaan pelapisan Runway, Taxiway, dan Apron Bandara Syukran Aminuddin Amir di Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah dengan kontraktor PT Pelita Shakti;

10. Pembangunan jalan KA di KM 236.000 s/d KM 237.000 sepanjang 3000 meter sp.emplasment Dumai pada Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Bagian Utara di Sumatera Utara dengan kontraktor PT Tiga Mandiri Jaya;

11. Perawatan dan pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara di Sumatera-Jawa dengan kontraktor PT KAI (Persero); dan

12. Pembangunan Gedung kelas Charlie Kampus Baru ATKP di Makassar dengan kontraktor PT Boriandy Putra.

Dalam laporannya, Menhub mengungkapkan penyerapan anggaran di Kemenhub pada 2015 mencapai 76%. Dia mengakui penyerapan tidak bisa dilakukan lebih banyak tetapi mengklaim mampu menghemat anggaran dari DIPA sebanyak Rp3 triliun.

Menhub menjelaskan kapal perintis akan dikelola oleh PT Pelni untuk seluruh Indonesia. Hal tersebut bertujuan agar masyarakat mendapat pelayanan yang lebih baik dan standar di seluruh indonesia.

"Jadi ini seperti yang kami laporkan, kita ingin melayani masyarakat dengan lebih baik dan bisa memberikan subsidi yang lebih baik sesuai dengan arahan Bapak [Presiden], bahwa masyarakat dengan kelas apapun juga harus bisa dilayani dengan baik," kata Jonan.

Dia juga menyampaikan fokus dan kebijakan Kemenhub pada 2016, yaitu peningkatan keselamatan dan keamanan transportasi, kualitas pelayanan, kapasitas, serta tata kelola dan regulasi dukungan manajemen. (hlz/hlz)


Komentar