Minggu, 17 Januari 2021 | 06:33 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Technology
Senin, 25 Januari 2016 19:14

Kemenperin Kaji Bangun Pusat Desain dan Kawasan Industri Dirgantara

Hery Lazuardi
Dirjen ILMATE (kedua kiri) dan pengurus Inacom (Kemenperin)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian berencana membentuk Aerospace Design Center di Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai sarana pusat desain pesawat udara dan komponennya, sekaligus mengkaji pembangunan Kawasan Industri Kedirgantaraan di Kawasan Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Rencana itu diungkapkan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan saat memberikan sambutan dalam Rapat Umum Anggota 2016 Indonesia Aircraft and Component Manufacturer Association (Inacom) di Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (25/1/2016).

Putu mengatakan Kemenperin mendukung pengembangan industri pesawat udara, di antaranya mengidentifikasi industri yang memiliki potensi sebagai industri komponen pesawat. Selain itu, memberikan bimbingan teknis kepada industri komponen agar memiliki kompetensi dan standar dalam pembuatan komponen pesawat.

"Hingga saat ini, beberapa bimbingan teknis yang dilaksanakan antara lain bimtek rubber seal, interior, komponen metal, tools dan jig, standar mutu komponen pesawat, ban vulkanisir pesawat serta workshop pembuatan main dan nose landing gear untuk pesawat N219," ungkap Putu.

Kemenperin juga memfasilitasi sinergi antara industri yang berpotensi membuat komponen pesawat dengan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan PT Regio Aviasi Industri (RAI). Program ini mendorong industri nasional terlibat dalam pembuatan komponen pesawat N219, N245, N270, NC 212, CN 235, R-80, helikopter dan lain-lain.

"Saat ini telah terfasilitasi konsorsium industri dalam pembuatan main dan nose landing gear serta konsorsium pembuatan windshield pada pesawat N219. Ini sebagai upaya mewujudkan target TKDN pada pesawat N219 sebesar 60%," tutur Putu.

Selain itu, Kemenperin memfasilitasi produsen komponen pesawat udara mendapatkan sertifikasi dari dalam dan luar negeri, serta melakukan monitoring konsorsium pengembangan komponen pesawat N219.

Pihaknya juga melakukan sosialisasi keunggulan pesawat N219 kepada pemerintah provinsi, dan membangun kerja sama luar negeri untuk mengembangkan kapasitas industri komponen pesawat udara nasional.

Putu mengharapkan dukungan terhadap P3DN dalam setiap pengadaan pesawat yang dilakukan oleh pemerintah serta persyaratan ketentuan TKDN dalam setiap pembelian pesawat oleh pemerintah.

"Misalnya, untuk pesawat-pesawat tertentu, dimana industri dalam negeri belum mampu membuatnya maka pembelian terhadap pesawat luar negeri tersebut harus mengikutsertakan ofset sebagai upaya meningkatkan kualitas industri kedirgantaraan nasional," ujarnya.

Dia mengharapkan RUA Inacom mampu menghasilkan rumusan kebijakan strategis jangka panjang, menengah, dan pendek untuk mempercepat terwujudnya kemandirian industri kedirgantaraan nasional.

Guna mempercepat pengembangan industri pesawat udara nasional, lanjut Putu, Inacom juga perlu menyusun kegiatan yang efektif dan tepat sasaran melalui sinergi antar pemangku kepentingan.

Dia mengatakan Kemenperin akan terus mendukung peran Inacom serta berkolaborasi dalam pelaksanaan program pengembangan industri kedirgantaraan nasional.

"Dengan tumbuh kembangnya industri kedirgantaraan, diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, penyerapan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan, dan penguasaan teknologi tinggi," papar Putu. (hlz/hlz)


Komentar