Rabu, 20 November 2019 | 16:03 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Shipping
Rabu, 27 Januari 2016 11:50

KKP Turut Membangun Sarana Konektivitas Antarpulau

Translog Today
Transportasi Laut (Pelindo III)

Jakarta - Sebanyak 27% dari total anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur penunjang sarana dan prasarana kelautan dan perikanan Indonesia, termasuk kapal dalam rangka konektivitas antarpulau.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan untuk menopang tugasnya, KKP mengalokasikan anggaran sebesar Rp13.8 triliun yang sebagian besar digunakan untuk membangun saran dan prasarana kelautan dan perikanan.

Sebab, saat ini infrastruktur yang tersedia kurang memadai sehingga kementeriannya berkomitmen untuk turut memperbaiki konektivitas dalam negeri. "Sekitar 27% anggaran (KKP-red) untuk membiayai pembuatan pesawat patroli, kapal, mesin kapal penangkap ikan, ice flake machinedan peralatan industri pengolahan ikan," katanya belum lama ini.

Menteri Susi mengatakan untuk menjalankan Nawacita Presiden Joko Widodo terkait akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, KKP turut berupaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah negara guna menjaring investasi di sektor kelautan dan perikanan.

Untuk diketahui, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan program hibah kapal sebanyak 3.500 unit bisa dibagikan kepada nelayan mulai pertengahan 2016 mendatang.

Program pemberian kapal untuk nelayan di seluruh Indonesia, dilakukan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan nelayan. "Kita ingin meningkatkan taraf hidup nelayan lebih baik lagi. Untuk itu, mereka harus didukung dari peralatannya, yaitu kapal," ucap Susi.

Kapal-kapal yang akan dibagikan tersebut, kata dia, akan diproduksi di dalam negeri dengan melibatkan industri galangan kapal yang sudah ada. Adapun, perusahaan yang dilibatkan untuk ikut dalam tender jumlahnya ada 250.

Untuk mewujudkan 3.500 kapal yang akan dibagikan kepada nelayan, Susi menyebutkan, ada anggaran sebesar Rp4,7 triliun yang sudah dialokasikan. Dana tersebut, diharapkan bisa memenuhi kebutuhan anggaran untuk pembuatan kapal yang dibutuhkan.

  (aji/hlz)


Komentar